Soeharto jadi pahlawan?
Seorang pahlawan adalah orang yang berjasa kepada negara republik indonesia dan mereka yang membangun dan memperjuangkan bangsa. Kriteria-kriteria untuk menjadi calon pahlawan Nasional menurut Nina Lubis, PR/10/11/06 adalah sebagai berikut:
- Warga Negara Republik Indonesia yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. Calon juga telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara dan telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia.
- Pengabdian dan perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.
- Perjuangan yang dilakukannya mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
- Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
- Memiliki akhlak dan moral keagamaan yang tinggi.
- Tidak pernah menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangan.
- Dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.
Sampai tahun 2008 sudah banyak tokoh yang telah ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan. Diantaranya: Soekarno, Moh. Hatta, Sultan Ageng Tirtayasa, dll.
**********
Kini, Muncul wacana yang mengusulkan Soeharto sebagai pahlawan. Usulan itu berasal dari Ketua Fraksi Golkar, Priyo Budi Santoso. Menurutnya, Soeharto adalah putra terbaik bangsa, seperti Soekarno yang mendapat gelar pahlawan nasional karena jasa-jasanya.
Tapi apakah benar Soeharto pantas jadi pahlawan? Indonesia pernah dua kali kecolongan dalam pemberian gelar pahlawan. Yang pertama, Thahir, seorang pejabat tinggi di Pertamina yang dimakamkan di TMP Kalibata. Sesudah dia meninggal dan ketika perkaranya disidangkan di Singapura, dia dinyatakan korupsi. Yang kedua, Anak Agung Gede Agung dari Bali yang juga ditunjuk sebagai pahlawan nasional 2007. Tapi kemudian, Legiun Veteran RI Provinsi Bali menyatakan menolak dan meminta gelar itu dicopot. Alasan mereka, pada tahun 1944-46, saat bertahta di Gianyar, Bali, sosok tersebut malah lebih cenderung pro kepada Belanda.
Seharusnya pemerintah lebih hati-hati dalam pemberian gelar kepahlawanan. Seandainya, Soehato telah diberi gelar kepahlawanan, kemudian di kemudian hari Soeharto telah dinyatakan koruptor dan pelanggar HAM berat. Apakah tidak menimbulkan kontroversi? Bisa jadi hal tersebut menjadikan indonesia di mata dunia. “Eh, ternyata pahlawan Indonesia seorang koruptor” atau “Eh, ternyata pahlawan Indonesia adalah pelanggar HAM berat” atau bahkan “Eh, pahlawan Indonesia adalah penghianat“.
Beberapa waktu yang lalu dan saat ini, Soeharto diduga menjadi orang yang bertanggungjawab atas sejumlah kasus kekerasan dan pelanggaran HAM (Hak Azasi Manusia). Selain kekerasan, Soeharto juga diduga terlibat korupsi dan dugaan penyelewengan dana neegara.
Mudah-mudahan pemerintah lebih bijaksana dalam menyikapi usulan pemberian gelar pahlawan kepada Almarhum Soeharto.




Home






Soeharto tidak pantas dijadikan pahlawan karena pernah jadi serdadu Belanda di KNIL. Soeharto pada tahun 1965 menjadi penghianat menjatuhkan Bung Karno bersama CIA sehingga terjadi G30S. Soeharto bersekongkol dengan CIA yang mempunyai komunisto fobie dan pada tahun 1965 melancarkan isu menyatakan bahwa angkatan bersenjata akan mengadakan kudeta pada tanggal 01/10/1965. Pada tgl.30/09/1965 Soeharto meninggalkan posnya di Kostrad pergi mancing, karena ia tahu akan ada reaksi dari simpatisan komunis, sehingga dengan mudah berjatuhan korban jendral2 dan letnan serta Putri Irma Nasution.