Rabu, 26 November 2014
Breaking News
Home » Articles » Kumpulan Kata / Quote » Kumpulan Quote Perahu Kertas

Kumpulan Quote Perahu Kertas

Film Perahu Kertas ini diproduksi oleh Starvision dan Mizan Production, dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. FIlm Perahu Kertas ini sebenarnya diadopsi novel karya Dewi “Dee” Lestari yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2009. Dalam Perahu Kertas ini banyak sekali kumpulan-kumpulan qoute dari Dee yang dapat kita ambil hikmahnya.

Perahu Kertas

Perahu Kertas ini menceritakan seorang remaja pria yang baru lulus SMA bernama Keenan. Pria tersebut selama enam tahun tinggal di Amsterdam berkumpul bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat luar biasa, satu-satunya cita-citanya adalah menjadi pelukis.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik yang juga akan berkuliah di perguruan tinggi yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng dan senang menulis dongeng. Tak hanya memiliki banyak koleksi, ia juga memiliki taman bacaan sendiri. Satu-satunya cita-citanya adalah menjadi juru dongeng. Keduanya kuliah di perguruan tinggi yang sama.

Film Perahu Kertas ini menceritakan realita dan pasang surutnya hubungan dua sejoli yang saling mencintai. Berawal dari rasa kagum, akhirnya berubah menjadi jatuh cinta. Banyak sekali tantangan yang harus mereka hadapi. Berikut beberapa kumpulan quote pada Perahu Kertas:

“aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yang sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”

“Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”

“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.”

“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.”

“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”

“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan”

“Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”

“Jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin”

“Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?””

“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani.”

“Perjalanan hati itu bukannya tanpa resiko.”

“buat apa dia kembali? buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?”

“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.”

“Tanpa kekosongan, siapa pun tidak akan bisa memulai sesuatu.”

“Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”

“Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi.”

“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih.”

“Hai Neptunus, apa kabar di laut biru? Perahu kertas yang kali ini akan membawakanmu kisah tentang perjalanan hatiku…”

“Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.”

“Jalan kita mungkin berputar, tapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.”

“Gimana kita bisa terus jalan kalo tempat kita berpijak aja beda.”

“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.”

“Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.”

“Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?”

“Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apa pun, oleh siapa pun.”

“Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola seharusnya, tapi yang namanya hati selalu punya aturan sendiri. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati.”

“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.”

“Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.”

“Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum.”

“Nyerah sama realistis itu beda tipis..”

“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama apa yang kita pikirkan. ujung ujungnya kita juga tau kok, mana yang diri kita sebenarnya, mana yang bukan diri kita. Dan…kita juga tau apa yang kita pengen jalani.”

“aku engga mau sepuluh, dua puluh taun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yang sama, bingung diantara penyesalan dan penerimaan.”

“there’s time where we need to survive and there’s time where we must surrender.”

Nah, itu tadi beberapa quote yang berhasil saya ambil dan catat dalam film Perahu Kertas. Semoga bermanfaat!

Baca juga kumpulan Quote Dee yang lainnya: Kumpulan Quote Rectoverso

About Anas

Hanya seorang blogger saja!