Pintar, Pandai, dan Karma
Orang pintar belum tentu pandai
Tapi, orang pandai pasti pintar
Itulah kata-kata yang diucapkan oleh salah seorang blogger surabaya yang tinggal di Ngagel, mas Gandhi. Tadi malam sekitar 6 orang blogger berkumpul di Warung Soto Ayam Joglo mas Inu, deket alfamart dharmahusada. Yang hadir diantaranya: mas cempluk, mas gandhi, mas magma, mas avy, mas khuclukz, dan aku sendiri. Berbagai masalah dan topik diperbincangkan di pertemuan ini, mulai dari blog, politik, pengalaman pribadi, adbrite, adsense, cikita, cikiti, dan lain-lain. Nah, sekarang kita akan membahas tentang orang pintar, orang pandai, dan karma.
Orang pintar adalah orang yg ahli dalam satu bidang keilmuan. Sedangkan orang pandai adalah orang yang bisa mengatur semua hal yang ada di kehidupannya dengan sebaik-baiknya. Contoh kasus sekarang, berapa banyak orang yang bekerja sesuai dengan bidang keilmuannya? Jarang banget. Bahkan, sebagian besar orang bekerja tidak sesuai bidangnya. Seperti contoh seorang lulusan teknik elektro, kemudian bekerja sebagai mekanika mesin. Betapa pintar dia (IP > 3.5) pasti dia akan belajar dari nol lagi tentang seluk beluk mesin. Dan berapa persen ilmu kelektroan yang diterapkan dalam kerjanya. Sedangkan orang pandai beda, apapun kondisi pekerjaannya kalau dia dapat memanfaatkan dan mengatur dengan baik, dia pasti bisa (sukses).
Nah, terus ada apa dengan karma? si pembuat sticker ini memberi wejangan “Jangan mencari pekerjaan yang cepet menghasilkan duit tapi tidak halal, Tapi carilah pekerjaan yang walaupun bayarannya kecil tapi didapat dengan cara yang halal”. Orang yang pekerjaannya halal pasti akan barokah, sedangkan orang yang pekerjaannya tidak halal sebaliknya tidak barokah, ada-ada aja kejadian buruk yang menimpanya. Itulah hukumnya, yang baik akan dibalas kebaikan, yang buruk pasti akan dibalas keburukan pula.
Special thanks untuk mas gandhi atas pelajaran berharganya.