Nuh, Sang Mendiknas RI Datang ke ITS Surabaya
Siapa yang tidak kenal dengan Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh DEA a.k.a Pak Nuh a.k.a Mendiknas RI? Semua pasti mengenalnya, beliau adalah menteri yang kontroversial, sempat menjabat sebagai Menkominfo kemudian menjabat Mendiknas pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II.
Beberapa hari ini, kampusku ITS surabaya menyelenggarakan agenda besar Dies Natalies ITS ke-49. Setiap jurusan mempunyai agenda tersendiri untuk menyambut Dies Natalies ITS. Contohnya, di jurusan elektro FTI-ITS pada tanggal 31 Oktober 2009 mengadakan acara “Nostalgia Bersama Perintis dan Sesepuh Jurusan Teknik Elektro”. Di luar dugaan, dan tidak menyangka bahwa acara ini akan dihadiri oleh Pak Nuh di selah-selah kesibukannya sebagai Mendiknas RI.
Dalam sambutannya, beliau mengatakan “Saya tidak pernah bermimpi jadi apapun, karena saya ini mengikuti “mahdzab nasibiyah”. Jadi apa saya nanti ya mengikuti nasib saja. Apalagi IPK saya hanya 2,54. Kalau nasib saya jadi menteri ya sudah, tidak bisa ditolak”.
“Jadi Bapak-Ibu kalau cari mantu jangan liat yang gede ngganteng. Mungkin yang ketok klumus gak mbejaji bisa jadi ngrejekeni”
Mungkin emang benar kata beliau, sapa tau Anas yang jelek, item, kurus (keceng), dan manis ini mungkin menjadi orang yang sukses seperti beliau.
Wakakakakakak
Beliau juga sharing tentang tantangan-tantangan yang dihadapi ketika menjadi Mendiknas yakni anggaran yang sangat besar dan Ujian Nasional. “Anggaran untuk Diknas sekitar 209 Trilyun. Setelah dibagi-bagi dengan Departemen Agama dan sebagainya, menjadi 62 Trilyun,” kata Alumni Teknik Elektro ini. Memang anggaran Depdiknas ini sangat besar dibandingkan dengan anggaran Depkominfo yang hanya 2,4 Trilyun rupiah.
Banyak orang berharap di tangannya dunia pendidikan menjadi lebih baik. Lalu apa kata beliau tentang Ujian Nasional? Banyak pihak yang mempertentangkan Ujian Nasional. Namun bagi arek suroboyo asli ini, Ujian Nasional tidak perlu dipertentangkan. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana melaksanakan Ujian Nasioanl dengan baik tanpa ada kecurangan.
Ya, kita semua berharap pak menteri…
Selamat bekerja..
Indonesia butuh anak cucu yang menjadi generasi tangguh..
terima kasih tas infonya..
senang membaca di posting anda..
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal ekonomi andalas