Legenda Desa “PAKAL”
Pada zaman dahulu sekitar Abad ke-12 terjadi peristiwa besar (akbar) yaitu adanya seekor Naga yang tersangkut di rerumbutan pohon Bamboo (barongan) yang ada tepat di belakang Masjid Baiturrohim Pakal sekarang berada. Setelah ditelusuri ternyata Naga tersebut adalah Petir. Sang Petir pun kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk melepaskan diri dari pohon Bamboo. Diantaranya warga Benowo, Beji, Jerawat (Babat Jerawat), Kerot (Rejosari), Patihan (Kepatihan), Boboh bahkan sampai Nganti (Menganti) namun tidak ada satupun yang sanggup melepaskan Petir tersebut.
Ratusan warga desa mencoba membantu Sang Petir namun tetap saja tidak dapat melepaskan diri dari pohon Bamboo. Akhirnya Sang Petir pun memohon kepada warga dengan kata “Panjenengan Akal” supaya bisa terlepas. Tiba-tiba salah satu penduduk di daerah Petir tersangkut tersebut meminta perjanjian dengan Sang Petir. Adapun perjanjiannya antara lain:
- Sang Petir tidak akan mengganggu anak keturunan warga sekitar
- Diberikan sumber air yang melimpah
Kemudian Sang Petir pun sepakat dengan salah satu tokoh/warga tersebut. Dengan menggunakan berbagai cara dan akal sehingga pada akhirnya Petir tersebut bisa dilepaskan. Atas kejadian tersebut maka para tokoh/warga sepakat untuk mengabadikan nama “Pakal” sebagai nama desa yang didasarkan permintaan Sang Petir yang menggunakan kata “Panjenengan Akal”.

Nah, itu tadi legenda dan cerita asal usul Desa Pakal yang hingga kini masih dipercayai warga Pakal dan sekitarnya,




Home





dan sekarang diberi kelimpahan air sampe banjir ya bro? xixix..
Desa Pakal gak pernah banjir mas..
kecuali jalan di pakal nagan
dapet cerita ini dari mana mas?
mbahku
ini ceritanya beneran ta mas?
hehe..
jarine se iyoooo….
suwon lut, komene.. Salam dari arek pakal madya