Rabu, 19 Juni 2013

KBS Malang, Ratusan Hewan Melayang…

Sebagai warga asli Surabaya  saya merasa sedih saat hampir di semua surat kabar dan siaran pemberitaan baik televisi lokal maupun internasional mengabarkan matinya satwa langka koleksi KBS (Kebun Binatang Surabaya). KBS atau BONBIN telah menjadi ikon tersendiri bagi masyarakat Surabaya, di saat liburan sekolah siswa TK dan SD melakukan kunjungan ke kebun binatang ini. Hingga saat ini memori masa lalu itu masih teringat jelas. Bahkan berkat KBS ini saya memenangkan Lomba Blog yaang diadakan Vivanews.com

Carut marut dan konflik kepengurusan diduga sebagai penyebab keteledoran petugas sehingga beberapa satwa langkah mati dan hilang. Dalam dua minggu terakhir ini dua ekor Komodo mati di KBS, salah satu diantaranya ditemukan pada hari Rabu 9 Nopember 2011. Komodo yang digembor-gemborkan dan dikampanyekan oleh mantan orang nomor dua bahkan RI 1 pun ikut mendukung Komodo sebagai keajaibaan dunia mati di KBS dengan penyebab yang gak jelas. Dalam harian Kompas, 19 Agustus 2010, dikabarkan bahwa dalam sepekan ada 7 satwa mati. Diantara satwa itu bahkan termasuk langka yang terancam punah seperti babi rusa, rusa bawean, dan harimau sumatera, sedangkan masih ada 10 satwa yang ditemukan sengsara.

“Sebagai kubu terakhir upaya manusia untuk melindungi dan membiakkan satwa langka yang telah terancam akan kepunahan, yang akhirnya akan dilepaskan kembali di habitat asalnya untuk mendapat kesempatan berkembangbiak kembali secara alami.” ternyata pengurus KBS saat ini kurang mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan matinya Komodo dari pulau komodo dan Cheetah jantan yang berasal dari Afrika. Saya teringat dulu KBS pernah didaulat sebagai kebun binatang yang terlengkap se-Asia Tenggara. Kini? Mustahil predikat itu diraih kembali.

Sebuah wacana bahwa dari Kementrian Kehutanan bahwa di sekitar kebun binatang nantinya bisa dibangun plaza, hotel, tempat permainan anak, dan safari malam untuk subsidi silang dengan kebun binatang. Memang kalau dikomersilkan banyak mendapatkan profit. Namun, sejatinya KBS haruslah sebagai kebun binatang yang semestinya bukan sebagaai tempat mencari komersialitas belaka.

Sempat merasa tersindir dan tergelitik ketika ada seorang kawan yang mengatakan negeri ini dipenuhi pemimpin yang mementingkan perutnya sendiri. Lupakah mereka dengan banyaknya anak busung lapar, rakyat yang kelaparan dan sengsara. Lupakah mereka dengan para veteran yang tiap tahun semakin berkurang karena meninggal dunia. Akankah mereka punah sia-sia?

Mari kita renungkan! #saveKBS

Selamat hari pahlawan…
Selamat ultah TPC, semoga dalam usia yang semakin dewasa ini semakin peka kondisi di sekitar kita. Amiin..
Selamat hari dies natalis ITS, kampus tercinta.

Pajat jaman sateya ban lamba’ bidha jau
Odhi’ jaman sateya rassana malarat onggu
Oreng sogi se sabban are ngakan roti keju
ta’ mekkere oreng mesken se ngakan tempe tahu
ta’ perna apangrasa ja’ lakona masossa
ta’ perna apangrasa ja’ bannya’ oreng ta seksa
nafso daddhi pangoasa mo’le nompok dhunnyana
mon la dhaddi raja pas ta’ enga’ ka se Kobassa

Komentar Facebook:

Ada 13 komentar pada postingan berjudul “KBS Malang, Ratusan Hewan Melayang…”

  1. Mari kita suarakan #SaveKBS :)

  2. gajah_pesing says:

    saia rasa bukan saatnya untuk merenungkan, tapi bertindak..
    baik melalui tulisan atau jejaring sosial lainnya, lebih mengena lagi jika ada yang menulis di portal web komunitas

    • tindakan apa mas? demo? setiap orang punya cara sendiri bertindak dan bersikap.. Ada yang berdemo, ada yang ngeblog, ada yang dengan kekuasaan (Bu Walikota), ada yang dengan do’a, ada juga yang cuma datang ke KBS. Itu semua tindakan kita mendukung dan menyelamatkan KBS. #saveKBS

    • setuju pakbro gajah!

      eh gajah di KBS masih lemu-lemu lho, tapi yo sakno bendino dijadikan tunggangan berbayar tapi rumpute ndak terjamin. pas ke sana si gajah menggunakan belalainya untuk menggedor-gedorkan pintu besi ke tembok, kata pawangnya itu tandanya si gajah kelaparan..

  3. Semoga kita semua dapat menemukan solusi jalan keluar sesuai dengan porsinya ya Kang.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  4. Grandchief says:

    Wah memang benar sangat di sayangkan mas kalau banyak yang meninggal satwa-satwanya.Semoga ada titik temu bagi yang saling berselisih dan memfokuskan penyelamatan dan pengurusan satwa2 disana

  5. Sedih juga membacanya :(
    Tetap tersenyum untuk ratusan hewan yang masih hidup

  6. Heran deh, memangnya konflik kepemilikan di KBS belum tuntas? :mad:

Advertisements

Tinggalkan komentar