(GoVlog-Ramadan) Bule Bagi Hidangan Takjil Gratis di Depan Kebun Binatang Surabaya
Berbagi hidangan takjil merupakan salah satu ibadah yang biasa dilakukan pada saat bulan puasa dengan cara memberi makanan atau minuman kepada orang yang berpuasa untuk segera berbuka puasa. Hidangan takjil ini biasanya tersedia di masjid, musholah, ataupun persimpangan dan pinggir jalan. Warga sekitar secara sukarela membeli beberapa makanan ataupun minuman kemudian membagikannya. Akan lain ceritanya, jika yang membagikan hidangan takjil adalah sekelompok bule yang cakep-cakep dan cantik-cantik.
Jum’at, 19 Agustus 2011, kebetulan saat itu saya berada di SMAN 14 Surabaya hingga sore hari. Banyak tugas yang harus dikerjakan, selain itu kami juga berdiskusi dengan kepala sekolah mengenai agenda sekolah dan konsep pondok ramadhan senin esok. Sekitar jam setengah lima, saya on the way ke rumah menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan tepatnya di depan Tugu Suro dan Boyo (Kebun Binatang Surabaya) banyak sepeda motor yang menggerombol. Clingak-clinguk sambil bertanya dalam hati, “ada apa gerangan kug banyak sepeda motor baris dan bergerombol?”. Ternyata pada saat itu sedang dibagikan hidangan takjil gratis oleh belasan mahasiswa bule pertukaran mahasiswa dari UBAYA.
Perbagiaan hidangan takjil yang dilakukan oleh bule-bule muda ini menarik perhatian masyarakat, termasuk saya.
. Akhirnya saya pun ikut antri mendapatkan sebuah botol minuman es. Tak sampai 10 menit gerombolan kendaraan roda dua itu semakin banyak. Tak hanya pengendara sepeda motor, pejalan kaki yang kebetulan lewat di Tugu Suro dan Boyo (Kebun Binatang Surabaya) juga turut ikut mengantri demi mendapatkan minuman takjil tersebut. Yang membuat saya kagum, mereka tak canggung memakai busana muslim pada saat pembagian hidangan takjil tersebut.
Acara ini merupakan kegiatan orientasi bagi mereka para bule, mahasiswa ekspatriat yang berasal dari luar negeri. Mereka yang membawa misi dari negaranya masing-masing mencoba beradaptasi dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Belasan bule tersebut nampak sangat antusias, mereka mengantarkan langsung minuman tersebut kepada pengendara sepeda motor, tanpa malu.
Kedelapan belas bule ekspatriat tersebut antara lain Anne Sommers (asal Belanda), Anne Theodora Hermina Kleeven (asal Belanda), Jana Goeckeritz (asal Belanda), Jolien Ronda (asal Belanda), Judith Charlotte Koolwijk (asal Belanda), Kathrin Schroders (asal Belanda), Valerie van Jaarsveld (asal Belanda), Adrian Calvin Gerlach (asal Belanda), Lukas Hemmers (asal Belanda), Anton Eise de Vries (asal Belanda), Harry Henk Dijkema (asal Belanda), Zaynab Mounsif (asal Perancis, yang ini asli muslimah), Hand Christian Scholten (asal Belanda), Zhou Siyuan (asal Cina), Li Chunhua (asal Cina), Li Yuejiao (asal Cina), Yang Qiqn (asal Cina), dan Duanyang Zhang (asal Cina).
Ya walaupun sebuah minuman bubble jelly ice, namun minuman tersebut sudah cukup membuat perut ini terisi ketika buka puasa di tengah perjalanan pulang. Terima kasih mas bro bule, mbak sista cantik… Semoga barokah!
Link headline artikel ini di VIVAnews: http://bit.ly/oxIxZO
Bukti send to twitter dan follow:




Home








gambaran toleransi antar umat beragama, salut