Google Trend (7 Des 2009)

Google Trend (7 Des 2009)

Gambar di samping adalah gambar yang saya ambil dari Google Trends pada tanggal 7 Desember 2009. Warna biru mewakili Facebook, sedang warna merah mewakili Friendster. Dari Search Volume Index ternyata Facebook melesat jauh di atas Friendster dengan index di atas 7.50 .

Apa artinya? masyarakat dunia maya lebih cenderung menggunakan Facebook daripada Friendster. Facebook dinilai lebih aman daripada Friendster, masih ingat gak kejadian menjebol private photo di Friendster? Ya itu salah satu sisi kekurangan Friendster. Namun, facebook juga memiliki sisi negatif  akibat keteledoran kita sendiri. Dalam seminar interaktif ‘Kebebasan Berekspresi di Dunia Online’ yang diadain Komunitas Blogger Surabaya (TuguPahlawan.Com), salah satu pembicaranya yakni Donni BU (direktur ICT Watch) mengatakan bahwa beliau memiliki mahasiswi yang menjadi korban privasi Facebook. Nah, kok privasi? Ya, pengaturan privasi ini adalah pengaturan siapa saja yang boleh melihat profil kita, foto kita, atau hal-hal yang bersifat private.

Logo Facebook

Logo Facebook

Nah, mahasiswi tadi mengupload foto di Facebook, otomatis semua orang yang menjadi temannya atau teman dari temannya bisa melihat foto dari mahasiswi tersebut. Tanpa sadar ternyata fotonya dicomot / dicopy dan ditaruh oleh seseorang pada salah satu weblog terbesar yakni Blogspot (Blogger). Dalam postingannya foto tersebut diberi nama, alamat, no. handphone, dan tarif. Tau kan apa yang dimaksud tarif? Ya, tarif biasanya diasosiasikan dengan Wanita Tuna Susila. Hampir tiap hari selalu ada orang yang menelponnya dan mengajak kencan. Sungguh malang mahasiswi tadi, Donni BU sebagai seorang dosen tidak tega melihat mahasiswinya menjadi korban, beliau berusaha mengontak pihak Blogger dan dan Photobucket untuk menutup blog dan menghapus fotonya. Namun, jawaban pihak Blogger kurang memuaskan, Blogger tidak bisa menutup akun dari blog yang melecehkan mahasiswinya. Terus bagaimana jawaban dari Photobucket? Photobucket bersedia menghapus foto tersebut, selama mahasiswinya tadi membuktikan bahwa itu benar-benar fotonya. Alhasil, foto tersebut berhasil dihapus.

Logo Friendster

Logo Friendster

Nah, ternyata privasi itu penting. Kita harus lebih cermat lagi mengapprove teman, jangan sampai teman kita memanfaatkan profil, foto, atau yang lainnya untuk hal yang tidak baik. Suatu pelajaran berharga. Saya yakin Friendster lebih parah, pengaturan privasi default adalah visible for public. Semua orang bisa melihat profil kita dengan leluasa.

Kembali ke topik, Facebook vs Friendster, Friendster harus berbenah diri jangan sampai semakin ditinggalkan oleh penggunanya. Sedangkan Facebook harus mempertahankan prestasinya dan terus menerus membuat inovasi yang baru.

Subscribe to our newsletter and receive great tips!

Enter your email address: