Arsip Untuk Kategori Opini

Hari ini tanggal 21 April 2008 biasa disebut hari kartini…
Banyak murid TK, SD, SMP, dan SMA yang merayakannya..

Banyak media yang biasanya mengekspose ‘keperkasaan’ perempuan, misalnya:

  1. perempuan pengemudi truck,
  2. perempuan yang jadi tukang tambal ban,
  3. perempuan pengemudi bus,
  4. perempuan pengemudi becak,
  5. dan perempuan-perempuan lain yng melakukan pekerjaan yang lazimnya dikerjakan kaum laki2.

» Selengkapnya..

Dalam sebuah iklan rokok di televisi swasta mengisahkan tentang seorang pemuda yang dipandang sebelah mata oleh pimpinannya dibandingkan orang yang lebih senior, dan akhirnya pemuda tersebut berani bicara dan idak dipandang sebelah mata oleh pimpinannya. Inilah secuil gambaran dari artikel saya ini.

» Selengkapnya..

Di berbagai daerah diberitakan media banyak terjadi kasus gizi buruk. Dan kasus ini menjadi sorot perhatian media. Memang salah satu penyebab dari gizi buruk adalah kemiskinan, sehingga menyebakan kelaparan. Tapi penyebab lain munculnya gizi buruk yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan bergizi.

Gizi buruk tidak hanya dialami oleh kaum yang berstatus sosial rendah saja, tetapi juga kaum orang berpunya. Mereka mampu membeli makanan yang harganya mahal, tetapi anak mereka digolongkan sebagai anak di bawah garis merah (gizi buruk). Ibu saya, adalah sukarelawan kader posyandu, beliau mengatakan bahwa gizi buruk tidak hanya diakibatkan kemiskinan saja, tetapi bisa juga diakibatkan kurang pengetahuan orang tua akan makanan bergizi tinggi. Dan masyarakat sekarang lebih senang akan makanan yang instan (serba cepat dan praktis). Padahal makanan cepat saji atau jajanan yang praktis belum tentu bisa mencukupi kebutuhan tubuh balita atau anak. Memang benar apa kata ibu saya, banyak sekali orang tua yang tidak tahu akan apa dan bagaimana sih makanan bergizi? Mereka hanya berfikir yang penting makan kenyang dan enak.

» Selengkapnya..

Mendengar berita kelaparan di beberapa media massa membuat hati saya sedih. Ternyata, di Belahan Indonesia ini yang berjumpa dengan maut gara-gara kelaparan. Salah satunya adalah kasus kelaparan yang berada di Makasar. Kejadian ini dialami oleh Aco, bocah 4 tahun, yang ditinggal mati ibunya yang sedang hamil gara-gara kelaparan.

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan rakyatnya, yang kenyataannya ada dan banyak yang kelaparan dan mengalami gizi buruk? Namun sebagai seorang blogger saya juga tidak menyalahkan siapa-siapa. Namun saya menekankan untuk lebih memperhatikan rakyat kecil yang sedang kesusahan apalagi mengalami kelaparan.

» Selengkapnya..

Berikut ini adalah kutipan dari artikel dari saudara gempur:

“Saya tak butuh demokrasi,
Saya tak butuh monarki,
Saya tidak butuh Otokrasi atau yang lainnya,

Yang saya butuhkan bisa makan kenyang, bisa bersenggama tanpa masalah, bisa sembahyang tanpa todongan dan bla bla bla…”

Saat ini banyak masyarakat yang menjerit dan mengeluh dengan semakin mahal dan langkanya beberapa kebutuhan dapur. Mulai dari minyak tanah, minyak goreng, tahu, tempe, dll. Bahkan kebutuhan bahan baker pun ikut-ikutan mahal.

» Selengkapnya..

Hukum di Indonesia. Ya, ini adalah tema yang saya angkat di postingan saya kali ini. Kenapa hukum? banyak sekali yang perlu dibenahi oleh negara kita mengenai hukum. Hukum di negara kita bagaikan arit, clurit, atau pisau. Mengapa saya ibaratkan dengan benda di atas? karena hukum hanya tajam untuk yang bawah, dan tumpul untuk yang di atas. Tajam yang di bawah apa maksudnya? Tau sendiri kan perbedaaannya perlakuan hukum terhadap rakyat kecil dan orang GEDE. Nah, orang kampung yang mencuri ayam dihukum berbulan-bulan saja, bahkan dihakimi massa. Sedangkan “orang gede” yang korupsi yang mencuri uang rakyat bermilyar-milyar tidak ditindak dengan tegas.

» Selengkapnya..

Di kampus saya tanggal 20 Februari 2008, teman-teman saya ramai menggembor gemborkan tarif im3 turun. Katanya menjadi Rp. 0,01/detik. Busyet aku gak percaya. Kemudian salah satu teman saya, Deni namanya, mencoba menelpon ke costumer service Im3 300. Dan membenarkan berita tersebut. Nelpon ke sesama Indosat (IM3, Mentari, Matrix dan Starone) hanya Rp 0,01/ detik setelah 90 detik (detik ke 91 dan seterusnya). Tarif Rp 15/ detik untuk 90 detik pertama (1,5 menit). Sedangkan Nelpon ke operator lain setelah 90 detik (detik ke 91 sampai 180) hanya Rp 0,01/detik, kemudian berulang kembali. Tarif Rp 25/detik untuk 90 detik pertama. Capek deh bolak-balik terus.

» Selengkapnya..

Seorang pahlawan adalah orang yang berjasa kepada negara republik indonesia dan mereka yang membangun dan memperjuangkan bangsa. Kriteria-kriteria untuk menjadi calon pahlawan Nasional menurut Nina Lubis, PR/10/11/06 adalah sebagai berikut:
» Selengkapnya..

Kenapa sih semua blogger pingin dikomentari seleblog? pasti jawabannya bangga karena dikomentari sang seleb. Padahal, sebuah komentar akan menjadi penyemangat untuk lebih giat untuk ngeblog. Sebuah komentar tidak dinilai dari siapa pengirimnya, seleblog atau bukan? Tetapi isi yang terkandung di dalam komentar yang disampaikan.

» Selengkapnya..

Minggu, tanggal 13 Januari 2008. TPC kembali mengadakan kopdar yang ke sekian kali. Dan kopdar ini membahas tentang Agenda Temu Blogger Surabaya. Beberapa keputusan telah diperoleh diantaranya pembentukan panitia (SC dan OC), kemudian sikap TPC terhadap pihak detik, dll. Selain Kopdar para the Heroes juga diwawancarai oleh stasiun TV JTV atau SBO. Wawancara tersebut bertempat di Area Monkasel dan Mc Cafe Delta Plasa.

» Selengkapnya..

KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) menduga operator telepon seluler di Indonesia melakukan kartel sms atau memonopoli harga sms telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Menindak lanjuti, KPPU memanggil para pemilik operator telepon seluler untuk dimintai konfirmasi. Diantaranya, PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel), PT Indosat, PT Hutchinson, PT Smart Telecom, PT Mobile-8, dan PT Bakrie Telecom.

KPPU menduga operator telepon seluler melakukan penetapan tarif pesan singkat (sms) yang merugikan konsumen. Menurut BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), satu pesan atau SMS lintas operator biaya produksinya hanya Rp 76. Sedangkan tarif sekarang berkisar Rp 250-350, jauh di atas biaya produksinya. Kira-kira 4 kali lebih besar.

» Selengkapnya..

Ngeri banget ketika melihat berita di liputan6 tanggal 13/12/2007 18:17. Sejumlah pulau kecil di Indonesia terancam tenggelam diantaranya Pulau Bone dan Pulau Barrang Caddi Sulawesi. Hal ini disebabkan oleh dampak pemanasan global.

Di pulau Bone, wilayah pulau tersebut semakin menyempit, hal ini disebabkan karena kenaikan permukaan laut. Banyak rumah warga yang ada di pesisir hancur terkena terjangan ombak pantai. Hal itu juga terjadi di Pulau Barrang Caddi. Diperkirakan tahun 2030 kenaikan air laut mencapai 1 meter. Lalu apa yang terjadi jika kenaikan itu terjadi? Ribuan pulau kecil akan terendam dan menghilang.

» Selengkapnya..

Selamat datang para tamu, Silahkan tinggalkan komentar atau lihat-lihat saja. Sesungguhnya sedekah komentar merupakan bagian dari rukun blogger. Lanjut..