(GoVlog-Ramadan) Buka Puasa Bareng Ibu Konsulat Jenderal Amerika
Senin, 22 Agustus 2011, merupakan hari yang tak terlupakan. Pada hari itu saya dan teman-teman blogger Surabaya dan Madura mendapatkan kesempatan berkunjung ke kediaman Konsulat Jenderal Amerika di Surabaya, Ibu Kristen F. Bauer. Di rumah beliau, kami dijamu makan malam sekaligus berbuka puasa bersama. Entah angin apa yang menyebabkan saya diundang oleh ibu Konjen Amerika, namun yang pasti saya senang hadir dalam acara tersebut. Pengalaman pertama buka puasa dengan bule.
.
Mungkin di antara kalian pada gak tau, siapa sih Ibu Kristen F. Bauer? Ibu Kristen F. Bauer merupakan Konsulat Jenderal Amerika yang ada di Surabaya. Beliau membaawa misi perdamaian, menjalin hubungan baik antar kedua negara di segala bidang baik Politik, Sosial Budaya, Pendidikan, maupun Ekonomi. Sebagai perwakilan dari negara Amerika di kota pahlawan, ibu Kristen F. Bauer sangat aktif, kritis, dan tanggap terhadap keadaan negeri ini. Ketika ada bencana beliau turut serta membantu meringankan beban, ketika ada peluang beasiswa untuk pelajar berprestasi beliau membukakan jalan menuju universitas favorit dengan beasiswa penuh, ketika masyarakat menjalankan puasa beliau turut mengundang buka puasa dan makan malam bersama, hmmm, sebuah pekerjaan yang sangat mulia.
Ketika hendak masuk ke kediaman ibu Konsulat Kenderal, kami diperiksa terlebih dahulu oleh petugas keamanan. Pemeriksaan awal adalah pemeriksaan identitas, di sini kami diminta menunjukkan KTP dan dicocokkan dengan daftar yang sebelumnya telah dibuat oleh pihak tuan rumah. Setelah lolos pemeriksaan awal, kami dipersilahkan memasuki kediaman ibu konsulat, langsung menuju ruang tengah. Di sini lagi-lagi diperiksa, kali ini yang diperiksa adalah barang bawaan, jaket, termasuk juga pemeriksaan metal detector. Maklum saat ini banyak teroris yang mengincar warga asing termasuk ibu konsulat.
Memasuki ruang tengah, kami disambut mbak Wida Sulistomo, Miss. Emily Yasmin Norris dan Ibu Kristen F. Bauer. Ternyata ibu konsulat sangat ramah, beliau murah senyum dan memberi salam kepada kami. Miss. Emily Yasmin Norris merupakan Public Affairs Officer Konjen Amerika Surabaya yang lumayan fasih berbahasa Indonesia. Walaupun agak aneh, namun tata bahasanya sangat bagus jika dibandingkan dengan saya yang sok bisa bicara bahasa Inggris.
.
Tepat pukul 16.30 WIB, akhirnya acara dimulai acara pertama disampaikan oleh Mr. Maurizio Visani, IT Officer Konjen Amerika Surabaya didampingi mbak Wida Sulistomo sebagai translator. Di sini kami dijelaskan beberapa proyek dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat terkait Sosial Media, Civil Society 2.0, Ushahidi, dan Frontline SMS. Dari penjelasan Mr. Mauricio kami baru sadar, ternyata pihak konsulat jenderal sering memanfaatkan internet sebagai media yang menghantarkan informasi penting kepada semua publik.
Setelah Mr. Maurizio Visani, kini giliran ibu Kristen F. Bauer yang mengenalkan twitter Konjen Amerika Surabaya yakni @USConGenSby. Twitter ini diharapkan dapat menjembatani informasi antara Konjen Amerika Surabaya dengan publik. Ketika dunia sosial media semakin maju, mereka juga ikut mengikuti perkembangan itu dengan membentuk twitter @USConGenSby dan Fan Page Konjen Amerika Surabaya www.facebook.com/surabaya.usconsulate. Pingin tau apa dan bagaimana Konjen Amerika Surabaya itu? Silahkan kunjungi ke dua link tersebut.
Perbincangan semakin hangat, ketika salah satu peserta menanyakan bagaimana wujud perhatian pemerintah Amerika terhadap masyarakat muslim. Ibu Kristen F. Bauer menjelaskan bahwa pemerintah sangat menjunjung toleransi beragama, bahkan di setiap instansi atau perusahaaan diharuskan memberikan hak untuk beribadah bagi karyawan muslim mereka. Di bidang hukum, orang yang melakukan pelanggaran hukum atas agama mendapat hukuman yang lebih berat jika dibandingkan dengan pelanggaran yang sama tanpa sangkut paut dengan agama.
Ngobrol dengan bule ternyata menyenangkan, tak terasa waktu maghrib pun telah tiba. Kami pun beranjak ke ruang sebelah di mana hidangan takjil disiapkan. Sebuah sajian ala kadarnya dari tuan rumah untuk para tamu undangan. Untuk melaksanakan sholat maghrib, kami juga disediakan ruangan khusus beserta tempat wudhunya. Ternyata walaupun berbeda agama, mereka sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama dengan menyediakan tempat untuk ibadah sholat.
Sekitar pukul 19.00 WIB, acara telah usai kami pun kembali ke rumah masing-masing. Sebuah pengalaman yang berharga. Berikut tanda perhabatan yang saya peroleh setelah menghadiri buka puasa bareng Suasana saat berbuka puasa:
Link headline artikel ini di VIVAnews: http://bit.ly/qJ6fyJ
Bukti send to twitter dan follow:




Home











widich..
kliatannya seru tuh.
nyesel kemarin g ikut T.T