Jembelisme Media News, Opinion, Monetize, Link Exchange, Web Technology and Internet

Jembelisme Media
Posted Under: >

Belum Kerja, Kok Minta Naik Gaji?

10.29.2009 · Posted in Opinions

sby-jehSaat ini topik panas yang dibicarakan oleh banyak orang adalah usulan kenaikan gaji para menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Pasalnya, rakyat kita masih kesusahan mencari kerja dan mencari duit, eh malah sang menteri menaikkan gaji seenaknya. Siapa yang gak marah? huff. Siapa yang gak sakit hati? Gak lihat apa di sana sini bencana terus menerus menerpa negeri kita?

Usulan kenaikan gaji para menteri KIB jilid II yang diajukan oleh MenPan dinilai tidak etis oleh berbagai pihak. Rencana kenaikan gaji para menteri ini sedianya akan diberlakukan mulai Januari 2010. Menurut Ray rangkuti, “Itu merupakan wujud pertama dari orientasi melayani parpol. Jangan berharap banyak dari kabinet ini”. Selain itu dia juga memberi nama pada kabinet ini dengan sebutan kabinet partai politik, kabinet KKN, dan kabinet antek asing.

Orang tuaku juga angkat bicara ketika ngobrol di rumah, “Pak SBY itu gimana, wong menterinya belum bekerja kok malah minta naik gaji? Lah, wong cilik kaya petani iki gimana? Pendapatannya gak karuan, mangan juga susah?”. Wah wah wah, omongane wong tuo iki, susah nek gak diturut mengko kualat.

uang gajiBerapa sih gaji para menteri sekarang? rata-rata menteri sudah menerima gaji dan tunjangan 20-30 juta setiap bulan. Belum termasuk honor yang mencapai dua atau tiga kali lipat lebih. Weleh weleh, penghasilan orang tuaku aja gak karuan, soalnya petani, kalau waktu panen baru ada duitnya.

So, sebelum minta kenaikan gaji, para menteri harus membuktikan kinerja yang baik. Jangan belum bekerja, kok minta naik gaji. Ingat uang yang mereka (para menteri dan pejabat) pakai adalah uang rakyat.

Emang benar tiga Ta yang menggoda para penguasa “HARTA-TAHTA-WANITA“. Kita liat aja kelanjutannya..

Pernah dengar Umar bin Abdul Aziz gak? Kalau belum dengar nih tak ceritain dikit, Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah setelah sahabat-sahabat Nabi. Beliau ketika terpilih menjadi khalifah mengucapkan Innalillahi wainnailaihirroji’un. Gak seperti pemimpin sekarang, dikit-dikit pesta dikit-dikit pesta. Kenapa kok mengatakan itu? Beliau msadar bahwa betapa berat memegang amanah sebagai seorang pemimpin atau khalifah. Kelak beliau akan diminta pertanggung jawabannya langsung oleh Allah.

Di waktu yang lain, di saat menjabat sebagai khalifah banyak para saudagar, gubernur, dan orang kaya memberikan/mempersembahkan hadiah berupa emas, perak, gelang, dan barang-barang mewah kepada istri beliau. Lalu apa kata beliau, wahai istriku kamu suka  seluruh perhiasan dan harta itu? Kalau kamu suka ambil sesukamu, tapi mulai besok saya akan menceraikanmu. Kalau tidak, kembalikan harta dan perhiasan tersebut ke baitul maal. Untung istrinya sholihah dan melaksanakan apa yang diperintahkan suaminya.

Selain itu, ada khalifah Umar bin Khatab.

Pada masa itu, wilayah Mesir telah masuk dalam kekuasaan pemerintahan Umar dan yang menjadi gubernur Mesir saat itu adalah Amr Bin Ash. Mesir adalah sebuah wilayah luas yang kaya, dan rupanya penyakit jahiliah mulai kmebali merasuki sang gubernur dengan godaan gemar mendirikan bangunan bangunan mewah.

Di ceritakan bahwa persis di depan kantoristana gubernur Amr Bin Ash ada sebuah tanah yang cukup luas, sang gubernur berpikir “Alangkah indahnya jika dibangun sebuah masjid mewah di atas tanah itu .. sangat cocok bersanding dengan istana ini“

Tapi rupanya ada sedikit ganjalan, di tanah itu juga berdiri sebuah gubuk reyot milik seorang tua penganut agama Yahudi yang tidak rela gubuknya dihancurkan untuk sebuah masjid. Segala macam upaya penggusuran pun dilakukan oleh Amr bin Ash, mulai dari cara baik baik dengan menawarkan uang ganti rugi dan juga memberikan rumah pengganti bagi sang kakek  … yang semua ditolak mentah mentah oleh sang pemilik gubuk.

Amr Bin Ash hilang kesabarannya, penggusuran paksa harus dilakukan untuk memujudkan keindahan tata letak kota dan tinggallah kakek itu meratapi gubuknya yang dihancurkan oleh bulldozer anak buah Amr Bin Ash.

Dalam kesedihannya timbullah niat sang kakek untuk mengadukan kezaliman Amr Bin Ash kepada Khalifah Umar, dan pergilah ia menempuh perjalanan jauh menuju kota Madinah.

“Di manakah istana Khalifah Umar?” Kakek itu bertanya kepada orang pertama yang ditemuinya di Madinah dan orang yang ditanya itu menunjuk ke arah masjid.

“Aku telah menempuh perjalanan jauh dari Mesir, jangan engkau berusaha menyesatkanku karena aku tidak tahu seluk beluk tentang kota ini”

“Aku tidak berusaha menyesatkanmu! Masjid adalah istana khalifah Umar, di sanalah dia biasanya mengatur dan memberikan keputusan keputusan“

Sesampai di Masjid yang ditunjuk sang kakek pun kebingungan lagi, manakah orang yang menyandang gelar Khalifah itu?

Tidaklah dia melihat seorangpun di sana yang mengenakan baju mewah yang menunjukkan kebesaran seorang khalifah yang telah mengalahkan Byzantium dan Persia .. Khalifah yang telah diserahi kunci kota Jerusalem oleh Uskup Sophronius

“Khalifah Umar adalah orang yang sedang duduk di bawah pohon itu” seorang warga Madinah membantunya lagi menunjukkan seseorang yang berpenampilan seperti orang biasa.

Di hadapan ‘orang biasa’ itu diadukanlah masalahnya, setelah mendengar cerita sang kakek Umar berdiri mengambil sepotong tulang unta yang masih ada sedikit dagingnya, menggoreskan sebuah garis lurus di tulang tersebut dengan pedangnya dan kemudian membuat lagi sebuah garis menyilang garis lurus sebelumnya.

“Wahai kakek! Kembalilah engkau ke Mesir dan berikan tulang ini kepada Amr Bin Ash …”
“Wahai Umar, Apakah engkau sedang bercanda? Aku datang untuk meminta keadilan bukannya menjadi bahan olok olok!” Sang kakek meradang karena merasa dipermainkan.
“Kakek yang baik! Turuti saja perintahku …”

Sambil menggerutu sang Kakek pun kembali ke Mesir dan menyerahkan tulang yang sekarang telah berbau busuk itu ke Gubernur Amr bin Ash, sang kakek sudah pasrah dengan nasibnya jika nantinya akan dianggap menghina gubernur. Mau bagaimana lagi? toh dirinya hanyalah seorang Yahudi yang termasuk golongan atau kaum minoritas di era kekuasaan Islam yang sedang dalam masa jayanya.

Tapi alangkah kagetnya sang kakek, ketika melihat apa yang dilakukan Amr Bin Ash setelah menerima tulang itu.

“Bongkar Masjidnya!!! Bangun kembali rumah untuk kakek ini” dan Masjid mewah yang telah hampir jadi itu pun siap siap untuk dibongkar.

Akhirnya sang kakek mengetahui arti tulang dari Umar Bin Khattab itu.

“Wahai Amr Bin Ash, Setinggi tingginya kekuasaan seseorang, suatu saat dia akan mati dan harus melepaskan semua kekuasaannya … berakhir menjadi seonggok tulang. Bertindaklah lurus dan adil dalam memimpin, karena jika engkau berbelok sedikit saja dari amanah yang telah diberikan kepadamu, maka aku akan meluruskanmu … menghukummu dengan pedangku”

Mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi contoh dan pelajaran bagi kita semua. Khususnya buat para presiden dan para pejabat negara tercinta kita. Selamat hari sumpah pemuda!!

Leave a Reply