Antara Gaji Presiden dan Guru Tak Tetap
Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan dengan pernyataan presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengeluh bahwa dirinya tidak pernah menerima kenaikan gaji selama 7 tahun. Ya pernyataan ini ternyata membuat banyak masyarakat berkomentar dan angkat bicara. Menurut Ketua Badan Anggaran DPR Harry Azhar Azis dalam workshop Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) di Hotel Savoy Homann pada tanggal 10 April 2010 mengatakan jumlah gaji dan tunjangan lain-lain Presiden Republik Indonesia mencapai 150 juta per bulan (Beberapa sember lain mengatakan bahwa gaji pokok dan tunjangan jabatan Presiden RI mencapai Rp 62.740.000 per bulan).
Aksi dukung naikkan gaji Presiden (Muchus/detikcom)
Imbas pernyataan presiden tersebut, banyak kecaman yang datang dari masyarakat. Salah satunya adalah “Gerakan Koin untuk Presiden” yang sedang kesusahan, Gerakan ini muncul pertama kali di situs micro-blogging twitter dan bertujuan untuk membantu Presiden yang sedang mengeluh gajinya tidak naik. Ya, kayak Prita aja nih pak SBY.
Ya, memang tidak salah kalau gaji presiden harus lebih tinggi dari pada gaji bawahannya. Karena presiden adalah orang yang paling bertanggung jawab atas negara ini. Seperti yang dikatakan oleh seorang tukang parkir di Makasar saat diwawancarai oleh reporter salah satu televisi swasta, ” Gaji presiden seharusnya memang sangat layak untuk dinaikkan bahkan kalo bisa sampai 1 Milyar perbulan. Karena memang beliau adalah orang yang menanggung beban paling tinggi terhadap negeri ini, masak gaji presiden dibawah gubernur BI. Gak layaklah”. Nah, ngomongin masalah gaji Gubernur BI ternyata gajinya mencapai Rp 265 juta per bulan (Harry Azhar Azis, April 2010).
Waow…
Ya sebuah selisih yang sangat besar jika dibandingkan dengan gaji Guru Tak Tetap. Sejak bulan ini, biaya pendidikan siswa SMA ditangung oleh Pemerintah Kota Surabaya menggunakan APBD yang ada. Sehingga siswa SMA Negeri di Surabaya tidak diperkenankan membayar SPP kepada sekolah lagi alias digratiskan membayar SPP. Hal ini ternyata memberi dampak atau perubahan pada gaji beberapa pegawai, khususnya Pegawai Tak Tetap. Ya perubahan gaji tersebut, bukannya naik tapi malah turun karena beberapa tunjangan dihapuskan. Ya, gajinya paling sedikit malah jadi semakin sedikit. Semua ini diterima demi pengabdian, mendidik dan mencetak karakter anak bangsa.
Nah, sungguh ironis keadaan negeri ini, sudah gajinya tinggi eee.. malah korupsi. Sudah gajinya gede eee.. gak mau mikirin rakyatnya. Sudah gajinya gede eee.. minta naik lagi. Negeri ini sudah kaya akan hutang dan rakyat makin tidak percaya sama petugas pajak sehingga mereka malas membayar pajak. Mau dibawah kemana negeri ini?
Sudah saatnya Indonesia bangkit, presidennya bertindak tegas, dahulukan rakyat, masih banyak rakyat di negeri ini yang berada di bawah garis kemiskinan, masih banyak rakyat kita yang kekurangan makanan dan kelaparan. Jangan hanya mempesona di depan media, menerima kritik tanpa ada solusi konkret kedepannya bagaimana.
Baca juga:




Home






betul..betul….
manusia memang tidak pernah bersyukur..kecuali aku
Bisa saja emy ini..
Gajinya utuh…
Kemana2 sudah ada dananya sendiri.
Dan gaji itu pastinya yang resmi…
Yang resmi lainnya jauh berlipat2, apalagi yg nggak resmi.
Sangat ironis padahal gajinya udah gede.. Kug ngomong kayak gitu.. Iri kali ama pendapatannya gayus..
hahahahahaha… gak papa pak anas! kalo perlu gaji GTT sampean iku disumbangkan aja untuk SBY.
gaji mulu minta naik. liat tu masih banyak rakyatmu yang makan sehari sekali aj uda syukur. liaaaat !!!:@
bener mas, kayaknya presiden kita udah lupa sama rakyatnya..
tingkatkan kesejahteraan rakyat donk
sepakat mas…
padahal gaji serta biaya operasional presiden mencapai Rp. 2 M, masih minta naik gaji lagi???
sby mau naik gaji karena mau ngundang justin bieber ke rumahnya, sesama bieber harus ngumpul, s bieber youknow lah. :p
Hemmm…h, bukan saya pro presiden, tapi menurut saya sebenarnya presiden kita tidak bermaksud minta tambahan gaji. Para rival politik saja yang bikin ini jadi makin menjadi-jadi. Tapi baik juga untuk pendidikan politik, asal tidak kebablasen!
hai..para pemimpin yang di muliakan.apakah engkau masih mempunyai rasa ketuhanan? tak pedulikah dengan rakyat mu yang semakin melarat karena sistem yang hedonis.bukankah sosok pemimpin di kitab apapun pasti melaknat perbuatan tersebut…pemimpin yang akan sll di kenang adalah pemimpin yang rela hidupnya untuk rakyat senang bukannya kebalikan mencari kesenangan pribadi.ingatkah dengan sayidna umar r.a yang mengatakan bahwa seandainya ada seekor hewan apapun yang mati di pinggir sungai maka akulah orang yang paling pertama bertanggung jawb…ni malah bukannya yang mati hewan ,matinya rakyat karena penderitaan pun tutup mata tutup telinga.