Beberapa hari yang lalu yakni tangal 23 juli 2008, jatim nyoblos, ya itulah sebutan dari televisi swasta dalam menyebutkan pemilihan gubernur jawa timur. Banyak lembaga survey yang hasilnya hampir sama memprediksi kalau akan diadakannya pilgub putaran kedua. Mengapa? menurut hasil mereka, hanya pasangan Karsa dan Ka-Ji yang menempati dua posisi besar dan memperoleh suara di bawah 30%.

Selain itu, hasil dari quick qount juga diperoleh hasil yang sangat mengejutkan yakni 40% warga jatim yang golput. Sungguh angka yang sangat besar. Ke-Golput-an tersebut ada bermacam-macam jenisnya, diantaranya golput yang secara substansi dan golput yang lain. Golput yang secara subtansi itu apa? yakni warga jatim yang memiliki kartu suara namun tidak menyalurkannya lewat pemilu. Sedangkan golput yang lain apa? yakni warga jatim yang mestinya mempunyai hak untuk memilih tetapi mereka tidak memilih. Maksudnya seperti banyak diketahui bahwa sangat banyak warga jatim yang tidak mempunyai kartu pemilih sangat banyak. Sunguh disayangkan, banyak sekali yang tidak memiliki kartu suara.

Pilgub pada waktu itu kurang dan bahkan tidak diminati oleh warga jawa timur. Di desaku misalnya seratus orang lebih yang tidak memilih di TPS. Banyak bukan? Gimana di daerah Anda?

Nah, sekarang kita akan membahas pilkada jatim putaran kedua. Untuk mengantisipasi pilkada putaran kedua KPU jatim menganggarkan dana sebesar 240 milyar. Sungguh banyak bukan? Sebenarnya menurut KPU, pengeluaran terbesar dari angaran tersebut adalah untuk keamanan pada saat kampanye dan pemilu. Banyak orang yang menanyakan dari mana sumber dana sebesar 240 milyar tersebut? Ya pastinya berasal dari uang rakyat. Selain itu, hanya untuk memilih satu orang saja untuk jadi gubernur perlu uang sebesar 240 milyar lebih. Sungguh boros jatim ini!. Alangkah baiknya jika uang tersebut digunakan untuk mensejahterakan warga miskin di jawa timur. Lumayan, buat meringankan beban mereka.

Mudah-mudahan pilkada jatim ini menjadi pelajaran bagi kita semua khususnya KPU jatim untuk memperbaiki diri sehingga partisipasi pemilih lebih tinggi di pilkada selanjutnya.

Bookmark:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlogMemes
  • Blogosphere News
  • Reddit
  • Spurl
  • Technorati
  • YahooMyWeb

This post has 13 comments.


  1. det
    25 Jul 08
    3:16 pm

    coba kalo orang luar kota boleh nyoblos di sini, pasti saya ndak golput!

    [eh, boleh gak sih?]


  2. det
    25 Jul 08
    3:25 pm

    partisipasi pemilih rendah karena muak dengan janji-janji para calon. setidaknya itu pengakuan seorang warga madiun ketika diwawancara sebuah tv swasta


  3. Anang
    25 Jul 08
    4:10 pm

    hidup golput


  4. sapimoto
    26 Jul 08
    12:41 pm

    @ Det : bisa jadi saya juga akan menyalurkan hak pilih saya, klo boleh nyoblos disini. Wawancara dengan orang Madiun? Pasti bukan saya yang diwawancara. Pemenang Pilgub Jatim adalah golput.


  5. kishandono
    26 Jul 08
    2:02 pm

    kok golput sih? emang pada kemana orang-orangnya?


  6. ndop
    27 Jul 08
    12:56 am

    Yah musti gemana lagi? wong endonesa ini memang aneh. wong benci kok sama pemimpin, muak kok sama pemimpin.. apa mending ndak usah ada pmimpin aja?? ah, apa hal itu mungkin? mbuuh.. wis.. ngelu aku.. gak mudeng..

  7. [...] hasil pilgub Jatim. Diramalkan akan ada pilkada putaran ke-2. Namun, yang pantas disoroti adalah banyaknya warga yang golput alias gak nyoblos. Angkanya lumayan besar sekitar 40%. Sebenarnya apa yang terjadi sih kok bisa sebesar itu? beberapa [...]


  8. Adi_Etz
    01 Aug 08
    10:11 pm

    I don’t like GOLPUT


  9. dhel
    06 Aug 08
    3:44 pm

    Golput huh.. Sounds nice.


  10. teguh arif priyanto
    21 Sep 08
    6:26 am

    ya…mau
    gimana lagi la wong calonnya banyak yang gak waras…


  11. teguh arif priyanto
    21 Sep 08
    6:26 am

    golput gitu loh


  12. teguh arif priyanto
    21 Sep 08
    6:32 am

    bagi para calon, jangan hanya mengumbar janji jika tidak ingin banyak yang golput.


  13. anda
    06 Nov 08
    1:57 pm

    yang pasti qt sbnarnya udh mlai antipati, bosen, & risih trhdap pr ‘mafia politik’ di negeri tercinta ini,bagaimana tidak?lha wong dikibulin terus e…??
    wong cilik jd tenar setiap 5 thn skli,cz dijadikan isu kmpanye…lha stlah itu???sm aja to..yg ada jstru “banca’an” apbd utk msuk kntog sndri2, kkn gedhe2an, dll..shg wong cilik terlupa & akhirnya tetep CILIK…
    lalu yg salah siapa???
    peace & love deh…hidup INDONESIA, ALLAH pasti selalu memberkati kita…amien…