Lima tahun sekali rakyat Indonesia memilih wakilnya untuk duduk di DPR. Berbagai fasilitas telah diberikan kepada mereka, seperti mobil, rumah, gaji tinggi, dll. Semua fasilitas tersebut dibiayai oleh negara dengan uang rakyat (pajak).
Kepercayaan masyarakat merupakan motivasi bagi anggota dewan kita untuk bekerja dengan sebaik-baiknya demi rakyat, bangsa dan negara. Namun, akhir-akhir ini banyak kita dengar di berbagai media kalau anggota dewan kita tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mereka, antara lain Hamka Yandhu, dari Fraksi Partai Golkar, karena dugaan kasus aliran dana Bank Indonesia (BI) ke sejumlah anggota DPR pada tahun 2003 senilai Rp 31,5 miliar. Kemudian ada Al Amin Nur Nasution, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, karena diduga suap terkait pengalihan status hutan lindung menjadi hutan tanaman industri di Bintan, Kepulauan Riau. Saleh Djasit, dari Fraksi Partai Golkar, karena diduga korupsi pengadaan 20 alat pemadam kebakaran saat ia menjabat Gubernur Riau periode 1998-2004. Sarjan Tahir, dari Fraksi Partai Demokrat, karena diduga suap alih fungsi hutan bakau menjadi Pelabuhan Tanjung Api Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Dan masih banyak lainnya.
Yang paling santer saat ini adalah tertanggapnya Bulan Royan, dari Fraksi Partai Bintang Reformasi, karena dugaan suap pengadaan kapal patroli di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan. Banyak praktisi/kalangan yang menilai bahwa akan ada banyak lagi anggota dewan yang menyusul karena dugaan korupsi.
Oleh karena itu, kita sebagai rakyat sudah pasti merasa kecewa karena mental anggota dewan kita tidak mencerminkan apa yang diwakilinya. Apa gunanya gaji yang tinggi dan fasilitas yang WAH jika mereka mementingkan kepentingannya sendiri.













realylife
06 Jul 08
12:55 pm
saya berdoa dan berjuang buat bikin diri saya sendiri ngga korupsi , trus lingkungan keluarga dekat
semoga bisa nularin ke yang lain
anasmcguire
06 Jul 08
1:48 pm
@ realylife: amin.
tukangobatbersahaja
06 Jul 08
1:59 pm
begitulah tabiat anggota dewan yan terhormat.
semoga masih ada yang mau menyuarakan aspirasi rakyat.
*opini gaya politik mode on*
det
06 Jul 08
6:49 pm
korupsi itu kan didorong keinginan untuk menikmati kemewahan dunia tanpa mau bersusah-payah..
obatnya ya agama!
djoko
07 Jul 08
12:51 pm
setidaknya tidak korupsi dimulai dari diri kita, makanya jadi malas bayar pajak :D, btw dah punya NPWP pribadi blom ?
aRuL
08 Jul 08
3:13 am
aktivis KPK nih, eh itu di BEM ITS ada pokja kerja sama dengan KPK lho, sudah ikutankah?
kai
25 Jul 08
3:29 pm
ini positifnya pemerintahan SBY, yang namanya korupsi mulai bener-bener diberantas..
Ade Sanusi
31 Jul 08
6:02 pm
ya.. Qita Sebagai rakyat Merasa Kecewa Sekali… Dia kan di pilih Rakyat.. eh malah ngianatin hati rakya… he he… Semoga Bangsa indonesia… menjadi maju dengan lahirnya pemimpin2 yang Bertanggung ajawab…
Edi Psw
13 Aug 08
9:58 am
Kalau nggak begini, korupsinya akan menjadi-jadi.