Agung Bastian Gultom, 20 tahun, taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara. Yang juga alumni SMA Negeri 11 Surabaya seangkatan dan pernah duduk sekelas denganku di kelas 12 IA 3 meninggal dunia pada tanggal Senin, 12 mei 2008. Kematiannya begitu mendadak. Kami anak-anak Double Patty (sebutan kelas kami dulu) datang melayat ke rumah Agung hari selasa, 13 mei 2008 sekitar jam setengah delapanan. Meskipun kami berbeda agama, kami tetap melayat ke rumahnya Agung untuk menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka cita atas meninggalnya sahabat kami Agung Bastian Gultom.
Memang kematiannya begitu mendadak, saya tidak percaya kalu dia meninggal secepat itu. Dia adalah seorang sahabat yang baik, periang, dan senang membantu. Kematiannya pun serasa aneh. Semua teman-teman sekelas telah kutanyai tentang penyebab kematian sahabatku. Namun, mereka tidak ada yang mengetahui penyebab kematiannya.
Minggu pagi, hari ini sekitar pukul 5.30 WIB seorang temanku mengirim sms kepadaku yang isinya mengabarkan bahwa Agung meninggal karena dianiaya oleh seniornya. Saya kaget dan penasaran. Lalu saya bertanya kepadanya, darimana dia tahu. Temanku menjawab kalau dia tahu ketika melihat berita liputan6 di SCTV.
Setelah saya mendapat sms dari temenku tadi saya langsung mencari informasi melalui berbagai media. Dan alhasil, Agung sedang latihan pedang pora bersama taruna seangkatannya pada senin, 12 mei 2008 pukul 19.00 WIB - 20.30 WIB. Mereka dilatih oleh 14 orang taruna tingkat II. Ketika latihan, Agung dan 3 temannya dipanggil seniornya ke dalam ruang khusus. Dan di dalam ruangan khusus tersebut mereka dianiaya dan Agung tak sadarkan diri. Sedangkan ketiga temannya tadi melarikan diri dan melapor ke polres Jakarta Utara. Agung dibawa ke poliklinik STIP, tetapi saat itu tutup. Akhirnya dia dibawa ke RS koja di tanjung priok dengan naik ojek. Menurut ayahnya, Agung meninggal pada pukul 21.25 WIB, tetapi keluarganya diberitahu selasa, 13 mei 2008 sekitar pukul 01.00 WIB.
Sabtu, 17 mei 2008 polisi dari polres Jakarta Utara membongkar makam Agung. Polisi membongkar untuk melakukan otopsi dan menyelidiki dugaan penganiayaan yang menyebabkan dia meninggal. Polisi dibantu oleh 2 dokter forensik dari RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Saya sebenarnya nggak enak untuk mempublish postingan ini, tetapi saya gak pingin kejadian ini terulang lagi untuk ke sekian kalinya dan untuk pihak berwajib diharapkan segera melakukan pengusutan dan menindak tegas para pelaku penganiayaan.
Saya rasa kekerasan yang terjadi di sekolah tinggi sering terjadi seperti di STPDN (sekarang IPDN) berulang kali terjadi kekerasan senior yang menyebabkan meninggalnya praja. Dan sekarang terjadi di STIP dan menimpa sahabatku. Apakah semua sekolah tinggi yang berada di bawah pemerintahan selalu menerapkan kekerasan yang berselimut semi militer? Apakah sistem kurikulum yang diterapkan salah? Apakah masih jamannya kekerasan diterapkan saat penyambutan kepada juniornya? Semua itu kita kembalikan lagi kepada pemerintah, dan dosen, serta semua perangkat dalam sekolah tinggi pemerintah. Mudah-mudaan tidak ada Agung-Agung yang lainnya yang mengalami penganiayaan.
Kami atas nama keluarga besar Double Patty mengucapkan:
Turut berbela sungkawa
atas meninggalnya sahabat kami
Agung Bastian Gultom
Semoga amal dan ibadahnya diterima disisi-Nya
Baca artikel terkait:
1. Detik.Com
2. Poskota.Co.Id
3. Liputan6.Com
4. Harian Surya, edisi minggu, 18 mei 2008













ridu
18 May 08
1:14 pm
Innalillahi.. parah banget yah..
dMid
18 May 08
1:40 pm
inalillah..
rupanya kejadian di IPDN msh trjadi jg di sekolah tinggi yang laen, bahkan kali ini menimpa sodara kita sendiri.
T_T
ikut bela sungkawa juga mas..
semoga amal ibadahnya, diterima disisi-Nya,
Amin!
kucluk is dead
18 May 08
1:57 pm
turut berduka cita mas!!
Rush-2-Chisty
18 May 08
3:19 pm
Innalillahi wa inna ilaihi Rajiun…..
det
18 May 08
4:33 pm
innalillahi wainna ilaihi roji’un..
kalo tidak tobat, semoga kelakuan bejat mereka mendapatkan balasan yang sepadan
btw, pedang pora itu kan upara pernikahan ala militer, bagaimana ada di sekolah pelayaran?
harus diusut tuntas!!!
Anang
18 May 08
6:12 pm
turut berduka cita atas meninggalnya teman anda…
pandu
18 May 08
6:30 pm
Omaigat… lagi-lagi kekerasan senior. Kapan hal ini berhenti ya? Turut berduka atas meninggalnya mas Agung Bastian.
gempur
18 May 08
7:12 pm
kurang ajar betul ituh si senior… kenapa harus ada kekerasan untuk sesuatu yang tak perlu dikerasi sudah dapat berjalan dengan baik?
BOTOL=bodoh dan tolol………… ungkapan yang pas untuk mereka yang telah mengakibatkan kematian…
Gempur Media » Blog Archive » Matinya Sang Harapan
18 May 08
7:40 pm
[...] tersebut saya terima via sms dan chat dari Anas [pengelola dan pemilik Jembelisme.com] yang merupakan teman sekelas Agung semasa SMA. Kontan segera saya terbangun dari tempat tidur. Saya gelisah, marah sekaligus muak dengan [...]
aRuL
18 May 08
11:08 pm
turut berduka cita….
sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi…
wier
19 May 08
9:49 am
turut berdukacita, semoga ini yang terakhir!
Arya Ananta Wijaya
19 May 08
8:54 pm
Ya Tuhan … Turut Berbela sungkawa …
Angkatan tahun berapakah kalian? Saya tetangga dekat SMU 11 loh, saya di Manukan Lor … Adik saya angkatan 2000.
Pesan saya buat adik2 : Nggak usah aneh-anehlah masuk sekolah yang begituan …
Sayyidatur Rofiah
20 May 08
9:34 am
Aku juga turut berduka cita atas meninggalnya temen kamu. Orang yang menganiayanya harus dihukum seberat-beratnya karena menyebabkan kematian seseorang. Negara kita ini adalah negara hukum, jadi hukum harus ditegakkan!!!! (:
rusman
24 May 08
4:46 pm
turut berduka cita….
sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi…
saya berpesan kla ada yang mau masuk sklh dgn semi militer
harus mempersiapkan dirinya dengan matang2!!
kenapa cuma 1 taruna saja yang mati??
berarti itu ada sebab akibat.
kenapa tidak semuanya yang mati??
itu bisa saja dari kesehatan almarhum.
yang mana waktu sipencatar pada saat tes kesehatan,
kesehatan dia tidak baik tetapi dgn menggunakan uang
dia bisa lolos dari tes kesehatan.
kenapa teman2nya tidak mati??
saya rasa pasti ada juga temannya yang di pukulin lebih sadis dari dia tapi tidak terjadi apa2.
itu semua dari fisik masing2!!
jadi jangan coba2 masuk SEKOLAH TINGGI KEDINASAN (PTK) atau AKABRI or AKPOL dng memiliki fisik yang sangat lemah!!!
rama
25 May 08
12:02 pm
teman saya juga ada mas.. Cliff Muntu dari manado.
semoga gk terulang lah.. sedih kehilangan teman cuma gara2 seperti itu
anasmcguire
25 May 08
12:06 pm
@ semua: makasih atas ucapan bela sungkawanya.
@ rusman: mas, Akabri dan Akpol pun memiliki standar sendiri untuk melatih prajurit barunya. Mereka gak asal pukul sana-sini untuk menghukum. Mereka tau mana bagian yang bahaya mana yang tidak. Karena saya ngerti (salah satu keluarga saya adalah komandan dan pelatih prajurit TNI-AD). Jadi mereka saat melatih gak asal pukul sana sini. Bukankah peristiwa pemukulan yang dilakukan sahabat saya tadi tidak ada pengawasan dari pihak rektorat atau dosen? itu menandakan bahwa pengawasan terhadap proses pendidikan dan pembelajaran sangat kurang.
kai
25 May 08
4:02 pm
wew.. turut berduka mas..
menurut gw itu semua terjadi karena sistem asrama yg menjadi pemicu munculnya sistem senioritas. gw kul di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, yg notabene juga PTK, tapi (yang gw tw) gak ada tindak kekerasan seperti itu, karena kami gak punya asrama (kami ngekos masing2). En otomatis sistem senioritasnya gak seketat PTK laen.
Beda dengan SMU gw yang asrama, walopun bukan sekolah yg dilatih semi militer, tapi senioritas tetep ada. Kalo ketemu senior gak ngasi salam, malemnya di asrama bisa disuruh macem2 (nyuci bak mandi, berendam malem2, dll).. Yah untung gak sekeras di IPDN atw STIP..
Intinya, hapuskan budaya asrama yang menjurus ke senioritas dan semi militer. Kalo asrama + senioritas digabung ma semi militer, alamak jang, gw mending ngacir ke sekolah laen..
roy
29 May 08
3:13 pm
cukimai kalian angkatan 49
POLTAR
24 Jul 08
1:33 pm
g usah banyak komentar. klo yg gag suka dunia kemiliteran ya g usah masuk skul yg berbasis semi militer. semua skul pendidikan pelayaran/maritim klo tanpa ada dasar kemiliterannya itu namanya bkn skul maritim tauu….!!!! kasih nama akademi para anak2 soleh/alim btuu aja. oke loe2 smua yg g suka militer.
anasmcguire
25 Jul 08
3:16 pm
@ kai: makaih..
@ poltar: saya sih setuju aja. namun jangan keterlaluan. militer aja punya cara sendiri untuk mendidik para tentaranya. mereka gak sembarangan pukal pukul kepada juniornya.
PROVOOST MARITIM
27 Jul 08
8:19 pm
Sya jga anggota PROVOOST di akademi maritim. kekerasan di kalanga sekolah maritim memang selalu ada2 saja kasus kekerasan. tapi sya selama 3tahun menempuh kuliah memang dulu prnah dihajar senior tpi itu hnya sbuah prknalan aja dan pake aturan supaya yunior nantinya tak trjadi hal2 yg tak di inginkan. dan sya jga udah ngbasis yunior tapi jga gag skeras itu, sya msih punya otak bwt mikir. barusan tdi siang q liat berita di tv mlah ada lagi kekerasan di skul pelayaran brebes. baru aja stingkat sma aja dah brani2nya gbukin yunior, keras boleh asal tdk brlbih2an, pke aturan bkan mlah berujung maut. wlaupun g mati tpi kan mnderita sakit bahkan sampe msuk rmah skit itu sma aja. sya g di ajarin mbsis yunior spt itu, tetara nasional aja g kya btuu….!!! baru stingkat SMA brdri aja luum tegak mlah gebugin yunior yg baru lulus SMP. anjriit loe…….!!! klo mo jdi preman di pelabuhan aja jgn di skolahan. ato pukul tuuch KPLP. do kakean petingsiing….!! begete kan kawan2 smua….??
hadi-veteran
16 Aug 08
10:59 pm
anak-anak jaman sekarang kok dikerasi sedikit saja sudah banyak mengeluh, padahal waktu jaman saya dulu malah justru anak-anak muda tidak mau kalah sama yang tua. toh kalau kaum tua berani keras mati-matian anak muda harus lebih dari target. sepertinya anak-anak jaman sekarang sudah banyak yang menyepelekan dari arti perjuangan jaman tahu-tahun 1945 kebawah.kalau saya lihat bacaan-bacaan yang di atas tadi kok yang masih mau gigih dalam memperjuangkan sepertinya hanya ada segelintir ana sajayang peduli terhadap betapa kerasnya perjuangan.adik provoost & poltar saya pribadi selaku pensiun veteran mendukung anda dalam kepedulian terhadap kerasnya dunia pembela tanah air, terimakasis nak, saya dukung semoga adik bisa meraih cita-cita sebagai sosok panutan dalam membela negara dengan tidak banyak berharap seberapapun imbalannya. memang negara dulu kalau tanpa ada yang berjuang mati-matian sekarang sudah jadi apa. hidup bangsa dan hidup atau mati memang sudah menjadi talak ukur demi bangsa dan negara. saya pribadi (mohadi-purn.sersan peta-1980 saya dipensiun. jakarta RPKAD).
Dara Mischella
20 Oct 08
12:29 pm
heiii senior keparat
BAPAKMU anggota aparat??/preman,gankster,atau orang nomor satu di sini????
Jangan jadi keparat yang suka menindas…suatu saat kamu ditindas oleh Pemilik Jiwamu!!!
Senior goblok!!!
upa nalambok purba
29 Oct 08
7:29 pm
kekerasan bukan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah,
saya berpesan kepada senior” jangan pernah membawa” masalah pribadi waktu melatih madabintal calon taruna baru.
Kami Corps taruna pelayaran maritim Taruna Bahari ,turut berduka cita
“say to hard im sory”
semoga sifat kesenioritasan itu bisa dihilangkan,
upa nalambok purba
29 Oct 08
7:33 pm
bersifat tegas,jujur dan disiplin adalah bukti kesenioran kita,bukan dengan cara kekerasan supaya di hargai junior,
bagi yang membaca terutama taruna pelayaran yang ada di jakarta tolong di dingat masadepan mu adalah harapan mu
oke brooooo
jalesveva jayamahe
upa nalambok purba
29 Oct 08
7:35 pm
saya juga angota komandan batalyon ,sngt prihatin dengan kejadian tersebut.
upa nalambok purba
19 Nov 08
8:32 pm
Knpa …msh ada kasus yg sama terjadi sprti kejadian Di STIP kmrin
Sebenarnya Siapa yg salah, Apakah Pemimpin ya yg GAk bs Mendi”k Atau Para taruna “Siornya yg KUrang Ajar Gk m”punyai perasa”n
ju”r Aja…
LU” senior yg bangsat’,kurang Ajar, yg berulah tp sekolahan W yg kena imbas y …..
KPn sh kekerasan itu bisa dihilangkan ……
W Sebagai KOmandan Batalyon Corps Taruna Bahari Jakarta “Tidak sependapat Dengan Cara” seperti ini
ATAS NAMA CORPS BATALYON TARUNA BAHARI JAKARTA MENGATAKAN SAY NO TO KE”RASAN.