Home » Opini

Mengenang 10 Tahun Reformasi

9 May 2008 297 views 11 Komentar

Tidak terasa sudah 10 tahun kita berada dalam era reformasi, tidak ada satu perubahan mencolok yang terjadi. Tahun 1998 merupakan awal dari masa reformasi. Dilatarbelakangi oleh aksi mahasiswa yang menuntut reformasi ekonomi, politik, dan semua aspek kehidupan berbangsa bernegara.

Latar belakang

Awal tahun 1998, perekonomian Indonesia mulai goyah. Hal ini disebabkan krisis moneter, harga kebutuhan banyak yang melambung naik, daya beli masyarakat berkurang. Banyak mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran di gedung DPR/MPR menuntut mundurnya soeharto sebagai presiden saat itu. Aksi dengan agenda reformasi tersebut mendapat dukungan dan simpati dari rakyat Indonesia.

Gedung DPR/MPR dipenuhi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia. Semua elemen mahasiswa yang berbeda faham dan aliran bersatu dalam satu tujuan menurunkan soeharto. Aksi menduduki gedung DPR/MPR ini dipelopori oleh Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) dan Forum Kota.

Akhirnya, tujuan mahasiswa tercapai, soeharto mengundurkan diri pada tanggal 12 mei 1998. Namun, perjuangan tersebut dibayar mahal dengan tragedi Trisakti dan tragedi semanggi yang menewaskan banyak mahasiswa akibat bentrokan dengan aparat bersenjata. Para mahasiswa yang gugur dan dianugerahi pahlawan reformasi antara lain:

  • Muhammad Yusuf Rizal
    Mahasiswa FISIP angkatan 1997 Universitas Lampung, Lampung. Gugur tertembak di depan markas Koramil Kedaton, Lampung, pada tanggal 28 September 1999 saat melakukan unjuk rasa menentang penerapan UU PKB.
  • Yun Hap
    Mahasiswa Universitas Indonesia, Jakarta. Gugur dalam peritiwa Tragedi Semanggi II pada tanggal 23 September 1999.
  • Bernardus R Norma Irmawan
    Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya, Jakarta.
    Gugur dalam peristiwa Tragedi Semanggi pada tanggal 13 November 1998.
  • Engkus Kusnadi
    Mahasiswa Universitas Jakarta
    Gugur setelah Tragedi Semanggi pada tanggal 13 November 1998.
  • Heru Sudibyo
    Mahasiswa penyesuaian semester VII Universitas Terbuka, Jakarta
    Gugur setelah Tragedi Semanggi pada tanggal 13 November 1998.
  • Lukman Firdaus
    Pelajar Sekolah Menengah Umum Negeri (SMUN) 3 Ciledug, Tangerang
    Gugur setelah memperkuat barisan mahasiswa proreformasi di Jakarta, pada hari Kamis tanggal 12 November 1998 ia terluka berat dan meninggal dunia beberapa hari kemudian.
  • Sigit Prasetyo
    Mahasiswa Teknik Sipil YAI Jakarta
    Gugur dalam peristiwa Tragedi Semanggi pada tanggal 13 November 1998.
  • Teddy Wardani Kusuma
    Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Institut Teknologi Indonesia, Serpong.
    Gugur dalam Tragedi Semanggi pada tanggal 13 November 1998.
  • Elang Mulya
    Mahasiswa Trisakti, Jakarta
    Gugur dalam Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998.
  • Hafidin Royan
    Mahasiswa Trisakti, Jakarta
    Gugur dalam Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998.
  • Hendriawan Sie
    Mahasiswa Trisakti, Jakarta
    Gugur dalam Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998.
  • Hery Hartanto
    Mahasiswa Trisakti, Jakarta
    Gugur dalam Tragedi Trisakti pada tanggal 12 Mei 1998.
  • Moses Gatotkaca
    Masyarakat kelahiran Banjarmasin yang bekerja di Yogyakarta ini menjadi korban kekerasan pada saat terjadi kerusuhan di Yogyakarta pada tanggal 8 Mei 1998

www.semanggipeduli.com

berikut adalah salah satu kutipan dari ungkapan mahasiswa pada saat itu:

Sumpah Mahasiswa !!!
Kami…Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah!!
Bertanah air satu..Tanah air TANPA PENINDASAN !!!

Kami…Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah!!
Berbangsa satu…Bangsa yang GANDRUNG akan KEADILAN !!!

Kami…Mahasiswa Mahasiswi Indonesia Bersumpah!!
Berbahasa satu..BAHASA KEBENARAN !!!

Setelah soeharto mundur, presiden dipegang BJ Habibie, di masa pemerintahannya Timor timur lepas dari NKRI pada Oktober 1999 melalui referendum. Dan itulah yang menyebabkan BJ Habibie menjadi catatan kelam Bangsa Indonesia.

Selanjutnya tahun 1999 diadakan pemilu, jabatan presiden berpindah tangan dari BJ Habibie kepada Gus Dur, dan sebagai wapres adalah megawati. Di masa pemerintahannya banyak terjadi peristiwa sparatis di Aceh, maluku, dan papua. Disamping itu banyak kebijakan yang ditentang oleh MPR/DPR. Dan banyak yang menilai mencla-mencle. Akibatnya, mahasiswa berdemo menuntut pengunduran diri Gus Dur. Pada tanggal 29 JaAnuari 2001 Gus Dur mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya kepada Megawati.

Melalui Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001, Megawati secara resmi diumumkan menjadi Presiden Indonesia ke-5. Di masa pemerintahannya tidak ada perubahan yang berarti kecuali nilai tukar rupiah yang lebih stabil. Pada awal pemerintahannya, kepopuleran megawati sangat tinggi, namun seiring waktu kepopulerannya turun. Banyak yang menilai Megawati dingin terhadap rakyat alias jarang berkomunikasi langsung dengan rakyat.

Akhirnya, pemilu 2004 berlangsung. Presiden dipilih langsung oleh rakyatnya. Dan yang terpilih pada saat itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla. Di masa pemerintahannya banyak ujian berat mengujinya. Diantaranya Tsunami Aceh danPangandaran yang menjadi sorotan perhatian Internasional. Di masa pemerintahannya, berkali-kali harga BBM menjadi naik, harga sembako menjadi naik, BBM menjadi langka, pengangguran semakin banyak. Dan yang baru-baru ini adalah adanya kebijakan yang diterapkan dalam waktu dekat yakni kenaikan harga BBM, hal ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan anggaran BBM, namun akibatnya malah menyengsarakan rakyat.

Sekarang aja banyak rakyat kecil yang tidak mampu membeli keperluan dapurnya. Hal ini disebabkan semakin mahal dan melambungnya harga-harga kebutuhan pokok, baik minyak tanah maupun sembako. Ddan itulah yang menyebabkan banyaknya rakyat yang mengalami kelaparan dan gizi buruk. Dan diperkirakan jika kenaikan BBM diterapkan lagi akan menyebabkan 1 juta lebih pengangguran akan bertambah. Itulah perkembangan Indonesia setelah 10 tahun reformasi. Silahkan bagi para pembaca apabila ada yang menambahkan, perubahan apa saja yang sudah terjadi pada negeri ini? tambah baik atau tambah buruk?

Dari: berbagai sumber

WP Text Ads Ingin pasang iklan baris di Jembelisme Media! Klik di sini

11 Komentar »

  • gempur berkata:

    Ah, jadi teringat peristiwa lima hari setelah meninggalnya mozes gatotkaca.. jalan kaliurang seperti medan perang… dan memang perang beneran antara mahasiswa, peluru berseliweran di udara.. jam malam berlangsung tanpa diminta… asap kebakaran dan sisa pengrusakan yang dilakukan warga dan mahasiswa masih jelas nampak di depan mata…

    pengalaman yang tak terlupakan.. hiks

  • Anang berkata:

    hidup mahasiswa!

  • medan berkata:

    wah…sumpah pemuda dijadikan sumpah mahasiswa..
    mahasiswa kan nggak hanya kaum muda ??
    umur 60 thn aja masih ada yang jadi mahasiswa ;)

  • Okta Sihotang berkata:

    wah..semoga ini tidak terulang kembali

  • ridu berkata:

    mereka2 para pahlawan reformasi yg udah jadi anggota DPR, kenya duduk manis aja, gak sesemangat jaman reformasi dulu

  • djagung berkata:

    wah sebenarnya agak berat juga baca tentang hal seperti ini, tak tertarik. awalnya. tapi penting juga sebagai anak bangsa tau tentang seluk beluk negara seperti ini…

    semoga bermanfaat
    wss

  • anggaara berkata:

    waduh….
    mas utekku gak nyampek baca tulisan sampeyan…
    alias gak nangkep

  • leyndhah berkata:

    ah… aku takut mbacane!
    menakutkan!

  • Rizal berkata:

    Kepada para mahasiswa
    Yang merindukan kejayaan
    Kepada rakyat yang kebingungan
    Di persimpangan jalan

    Kepada pewaris peradaban
    Yang telah menggoreskan
    Sebuah catatan kebanggaan
    Di lembar sejarah manusia

    Wahai kalian yang rindu kemenangan
    Wahai kalian yang turun ke jalan
    Demi mempersembahkan jiwa dan raga
    Untuk negeri tercinta (2x)

    Totalitas Perjuangan,
    Mahasiswa Indonesia

  • Shei berkata:

    Wuuu….Mahasiswa saat itu benar-benar jadi ‘Pahlawan Reformasi’
    Tapi, tetap saja, apa-apa yang diperjuangkan tak menghasilkan dampak yang istimewa, selain hanya sebagai kenangan. Ya karena, generasinya tak bisa ikut andil dalam ‘perjuangan’ yang dipelopori dahulu.
    lalu,
    Kalo sudah begini gimana?
    Apakah masih hanya duduk diam melihat semakin lama Indonesia semakin terpuruk?

  • ishak berkata:

    takut

Tinggalkan Komentarmu!

Tulis komentarmu di bawah, atau trackback dari websitemu. Kamu juga dapat berlangganan komentar ini via RSS.

Kamu dapat menggunakan tag-tag berikut:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> <pre lang="" line="">

Website ini support dengan Gravatar Image. Untuk register silahkan kunjungi situs Gravatar.