Ini adalah peristiwa yang dialami oleh outlet saya, “Jembelisme Cell”, jum’at 28 Maret 2008. Kira-kira terjadi pada pukul 10.00 WIB. Saat itu yang bertugas jaga konter adalah Ibu saya, kemudian datang seorang pemuda yang menawarkan penjualan voucher gesek dari beberapa operator seluler.

Setelah itu, ibu saya menelpon saya, saat itu saya masih kuliah, terpaksa ku harus ngumpet untuk jawab telepon di kursi paling belakang. Nah, kemudian ibuku ngomong sama aku, katanya ada yang menawarkan voucher gesek, terus aku tanya masalah harga, dan ternyata sangat murah, kemudian tanpa pikir panjang melalui ibu saya, saya setujui pembelian voucher sebanyak 6 buah.

Saya tidak tahu kalau voucher tersebut palsu, saya baru sadar kalau voucher tersebut palsu saat saya pulang dari mengajar (les privat). Saya pingin melihat barang yang dibeli ibu saya tadi. Secara fisik, bentuknya sama persis. Tapi, saya semakin curiga dengan voucher tadi. Kenapa? karena warna dari bagian belakang agak memudar, kemudian nomor kode voucher terlihat jelas walaupun sudah tertutup dengan selotip khusus.

Saya mencoba membuka 1 voucher gesek, kemudian saya coba menggosok bagian yang tertutup. Ternyata susah untuk menggosoknya, malah sobek. Saya semakin penasaran, dan akhirnya sudah terbuka nomor kode voucher nya. Saya coba memasukkan nomor tersebut dan hasilnya “This is used voucher A”. Loh kok jawabannya gini. Aku coba sekali lagi, ternyata hasilnya sama. Aku cek pulsa *388#, ternyata pulsanya masih tetap, gak nambah-nambah.

Aku mulai khawatir, jangan-jangan voucher yang dikasihkan tadi voucher kosong. dan akhirnya, memang benar semuanya kosong. Aku bener bener kecewa, mungkin ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih hati-hati lagi. Oh iya, ibu saya pernah meminta nama dan nomor hp pelaku, namanya Wisnu 088803020499.

Melalui postingan ini mudah-mudahan para pemilik outlet HP untuk lebih hati-hati dalam membeli barang dari sales.

WP Text Ads Ingin pasang iklan baris di Jembelisme Media! Klik di sini