Di berbagai daerah diberitakan media banyak terjadi kasus gizi buruk. Dan kasus ini menjadi sorot perhatian media. Memang salah satu penyebab dari gizi buruk adalah kemiskinan, sehingga menyebakan kelaparan. Tapi penyebab lain munculnya gizi buruk yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan bergizi.

Gizi buruk tidak hanya dialami oleh kaum yang berstatus sosial rendah saja, tetapi juga kaum orang berpunya. Mereka mampu membeli makanan yang harganya mahal, tetapi anak mereka digolongkan sebagai anak di bawah garis merah (gizi buruk). Ibu saya, adalah sukarelawan kader posyandu, beliau mengatakan bahwa gizi buruk tidak hanya diakibatkan kemiskinan saja, tetapi bisa juga diakibatkan kurang pengetahuan orang tua akan makanan bergizi tinggi. Dan masyarakat sekarang lebih senang akan makanan yang instan (serba cepat dan praktis). Padahal makanan cepat saji atau jajanan yang praktis belum tentu bisa mencukupi kebutuhan tubuh balita atau anak. Memang benar apa kata ibu saya, banyak sekali orang tua yang tidak tahu akan apa dan bagaimana sih makanan bergizi? Mereka hanya berfikir yang penting makan kenyang dan enak.

Kalo ditanya mengenai makan kenyang dan enak? Inilah yang sulit dijawab bagi oang miskin, di tengah kebutuhan yang semakin mahal, minyak goreng mahal, minyak tanah mahal, BBM mahal, sembako pun mahal, sayur pun mahal, bahkan untuk membeli LPG pun belum tentu mampu. Mereka dituntut untuk bertahan hidup dengan makan apa adanya, kadang makanan yang sudah basi di makan, makanan yang masih mentah pun dimakan, bahkan tidak makan sampai berhari-hari pun bisa jadi dilakukan. Padahal agar terhindar dari gizi buruk mereka harus makan makanan bergizi yang notabene dengan makan yang 4 sehat 5 sempurna. Sunguh menyedihkan mereka bertahan hidup dengan cara begitu. Oleh karena itu, bagi rekan-rekan atau para pembaca yang ingin berpartisipasi untuk membantu meringankan beban orang yang seperti di atas, silahkan kirimkan bantuan Anda melalui program TPC peduli.

Kembali ke laptop, di tengah harga yang semakin mahal, masyarakat dituntut untuk bisa membuat makanan yang cukup gizi. Rasanya memang sulit memenuhi hal tersebut, pasalnya untuk membuat makanan bergizi pun membutuhkan biaya yang mahal. Misalnya sayur bayam, bayam menurut popeye adalah sumber tenaga yang bisa membuatnya menjadi kuat. Tetapi untuk membuat sup bayam namun gizinya tetap tinggi pun susah. Bahkan kalaupun supnya udah jadi belum tentu sup tersebut sudah mencukupi kebutuhan gizi tubuh. Kandungan gizi dalam bayam tersebut berkurang ketika dimasak (digodok). Nah, sulit bukan membuat sup bayam yang bergizi?

Beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini. Masyarakat sekarang kurang menyadari apa dan bagaimana makanan bergizi, masyarakat sekarang lebih senang terhadap makanan instan yang belum tentu kandungan gizinya cukup, masyarakat sekarang banyak yang meninggalkan sayuran, dan masyarakat sekarang kurang sadar akan pentingnya posyandu. Nah, itulah penyebab lain dari gizi buruk. Bukan hanya disebabkan oleh kemiskinan saja tapi juga seperti hal yang saya sampaikan di atas.

Rasanya program konversi LPG dan peniadaan minyak tanah bersubsidi kurang tepat dilakukan pada saat ini. Pasalnya, dampak setelahnya itu ang rawan. Mudah-mudahan pemerintah atau bahkan lembaga terkait dapat memahami dan mengantisipasinya.

Bookmark:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • BlogMemes
  • Blogosphere News
  • Reddit
  • Spurl
  • Technorati
  • YahooMyWeb

This post has 10 comments.


  1. quelopi
    21 Mar 08
    3:57 pm

    banyak korban yang berjatuhan namun pemerintah selalu kejar target.

    yang penting kan perlahan-lahan tapi pasti, dari pada cepet-cepet, bisa bikin orang gila bertambah di Indonesia


  2. det
    21 Mar 08
    5:16 pm

    iya betul mas, gizi buruk ndak selalu disebabkan kerana kelaparan.. tapi pada umumnya memang akibat dari kurangnya asupan makanan bergizi, dan ini biasanya disebabkan karena kemiskinan…

    jadi akar masalahnya ini pada kemiskinan, bagaimana cara mengurangi kemiskinan? apakah cukup hanya dengan menyumbang makanan? gak cukup. harus terencana dengan baik dan holistik :)

  3. speaking about makanan bergizi…
    sebenarnya makanan macam sayur ituh bergizi, selama ia belum dimasak.. karena kadar vitaminnya masih utuh.. kalopun digodok.. ya setengah matang.. untuk menjaga agar vitaminnya nggak lari :P

    dan saya setuju dengan apa kata det… untuk mengurangi kemiskinan, tak cukup hanya dengan menymbang makanan saja…

    lagian kalo disumbang terus, mereka akhirnya kan nggak mandiri.. jadinya minta terus.. ya toh??


  4. ridu
    22 Mar 08
    8:35 pm

    makanan yg bergizi dan murah ya tempe dan tahu.. *semoga makanan itu gak naik lagi yah harganya.. kasihan donk ridu gak bisa makan makanan yg bergizi lagi..


  5. Edi Psw
    24 Mar 08
    12:21 pm

    Bener Mas. Masyarakat Indonesia memang senang mengkonsumsi makanan cepat saji karena kepraktisannya. Mereka tidak tahu efek negatif dari makanan tersebut.


  6. pram
    25 Mar 08
    8:43 am

    waduh,, q penggemar berat mie instan..

    siap2 banting stir nih aq,,


  7. aRuL
    27 Mar 08
    1:58 am

    iya benar banget nas…


  8. cempluk
    29 Mar 08
    6:02 am

    kemarin minggu tuh, antrian minyak tanah dekat rumah hampir seribu orang yang darang ngantri..sumpah..miris..


  9. dadan
    29 Mar 08
    8:59 am

    Series of causes dari permasalahan, Dan kemiskinan berada di 2 sisi sekaligus. Faktor penyebab sekaligus akibat. PR kita masih banyak.


  10. gempur
    01 Apr 08
    3:49 pm

    yup. memang tak semua gizi buruk disebabkan kelaparan. tapi tetep hrs diberantas