Arsip Untuk Bulan March 2008

Ini adalah peristiwa yang dialami oleh outlet saya, “Jembelisme Cell”, jum’at 28 Maret 2008. Kira-kira terjadi pada pukul 10.00 WIB. Saat itu yang bertugas jaga konter adalah Ibu saya, kemudian datang seorang pemuda yang menawarkan penjualan voucher gesek dari beberapa operator seluler.

Setelah itu, ibu saya menelpon saya, saat itu saya masih kuliah, terpaksa ku harus ngumpet untuk jawab telepon di kursi paling belakang. Nah, kemudian ibuku ngomong sama aku, katanya ada yang menawarkan voucher gesek, terus aku tanya masalah harga, dan ternyata sangat murah, kemudian tanpa pikir panjang melalui ibu saya, saya setujui pembelian voucher sebanyak 6 buah.

» Selengkapnya..

Di berbagai daerah diberitakan media banyak terjadi kasus gizi buruk. Dan kasus ini menjadi sorot perhatian media. Memang salah satu penyebab dari gizi buruk adalah kemiskinan, sehingga menyebakan kelaparan. Tapi penyebab lain munculnya gizi buruk yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat akan makanan bergizi.

Gizi buruk tidak hanya dialami oleh kaum yang berstatus sosial rendah saja, tetapi juga kaum orang berpunya. Mereka mampu membeli makanan yang harganya mahal, tetapi anak mereka digolongkan sebagai anak di bawah garis merah (gizi buruk). Ibu saya, adalah sukarelawan kader posyandu, beliau mengatakan bahwa gizi buruk tidak hanya diakibatkan kemiskinan saja, tetapi bisa juga diakibatkan kurang pengetahuan orang tua akan makanan bergizi tinggi. Dan masyarakat sekarang lebih senang akan makanan yang instan (serba cepat dan praktis). Padahal makanan cepat saji atau jajanan yang praktis belum tentu bisa mencukupi kebutuhan tubuh balita atau anak. Memang benar apa kata ibu saya, banyak sekali orang tua yang tidak tahu akan apa dan bagaimana sih makanan bergizi? Mereka hanya berfikir yang penting makan kenyang dan enak.

» Selengkapnya..

Mendengar berita kelaparan di beberapa media massa membuat hati saya sedih. Ternyata, di Belahan Indonesia ini yang berjumpa dengan maut gara-gara kelaparan. Salah satunya adalah kasus kelaparan yang berada di Makasar. Kejadian ini dialami oleh Aco, bocah 4 tahun, yang ditinggal mati ibunya yang sedang hamil gara-gara kelaparan.

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan rakyatnya, yang kenyataannya ada dan banyak yang kelaparan dan mengalami gizi buruk? Namun sebagai seorang blogger saya juga tidak menyalahkan siapa-siapa. Namun saya menekankan untuk lebih memperhatikan rakyat kecil yang sedang kesusahan apalagi mengalami kelaparan.

» Selengkapnya..

Lomba blog ini merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh ITS. Pendaftaran dimulai pada tanggal 10 Maret 2008 dan deadline tanggal 17 Maret 2008. Pendaftaran dapat dilakukan Pendaftaran di Sekretariat BEM PENS-ITS mulai pukul 10.00 - 17.00 WIB atau melalui Website Multimedia ITS. Adapun persyaratan dan informasi lebih lengkapnya silahkan kunjungi www.tugupahlawan.com/lombablog atau Official Site ICT for Our Nation.

Berikut ini adalah kutipan dari artikel dari saudara gempur:

“Saya tak butuh demokrasi,
Saya tak butuh monarki,
Saya tidak butuh Otokrasi atau yang lainnya,

Yang saya butuhkan bisa makan kenyang, bisa bersenggama tanpa masalah, bisa sembahyang tanpa todongan dan bla bla bla…”

Saat ini banyak masyarakat yang menjerit dan mengeluh dengan semakin mahal dan langkanya beberapa kebutuhan dapur. Mulai dari minyak tanah, minyak goreng, tahu, tempe, dll. Bahkan kebutuhan bahan baker pun ikut-ikutan mahal.

» Selengkapnya..

Hukum di Indonesia. Ya, ini adalah tema yang saya angkat di postingan saya kali ini. Kenapa hukum? banyak sekali yang perlu dibenahi oleh negara kita mengenai hukum. Hukum di negara kita bagaikan arit, clurit, atau pisau. Mengapa saya ibaratkan dengan benda di atas? karena hukum hanya tajam untuk yang bawah, dan tumpul untuk yang di atas. Tajam yang di bawah apa maksudnya? Tau sendiri kan perbedaaannya perlakuan hukum terhadap rakyat kecil dan orang GEDE. Nah, orang kampung yang mencuri ayam dihukum berbulan-bulan saja, bahkan dihakimi massa. Sedangkan “orang gede” yang korupsi yang mencuri uang rakyat bermilyar-milyar tidak ditindak dengan tegas.

» Selengkapnya..

Jam begok dimulai semua panitia pusing tujuh keliling ngitung aja dari tadi g’ selesai-selesai. Ditambah ujan rintik-rintik. Tau ngak peserta OMITS ‘08 buuuuuuuaaaanyaaaak sampe’-sampe’ mbak Widdya hampir stres bukan maen. Para SC sibuk terima telpon (sok sibuk). Kita lihat aja mungkin tagihan listrik jurusan bulan depan bertambah (Maaf ya pak Kajur, khan ini juga demi MATEMATIKA ITS). Gak hanya itu kita-kita disini kelaparan, udah gak dapet maem kita kerja rodi karena besok semuanya harus selesai tepat waktu.

image_080301_151524.jpg

» Selengkapnya..