Salam sejahtera untukmu ya Rasul
Dari aku yang mengaku sang pencinta
Salam sejahtera bagimu cahaya semesta
Dari aku yang menamakan diri pengikut setia
Bersimpuh di hadapan lembar-lembar sirahmu yang terbuka
Lidahku kaku tak seperti biasa
Aku sang pencinta, telahkah kukenal cintaku?
Aku si pengikut setia, tercitrakah ajaranmu pada jiwa?
Perlahan aku tenggelam
Bermain bersamamu di tengah-tengah Bani Sa’d
Sampai Sang Pembawa wahyu Allah itu datang
Membasuh hatimu dengan air suci
Mukjizat Ismail ‘Alaihi Salam
Ikut aku ke Yatsrib bersama langkah Bundamu yang mulia
Merasakan Muhammad kecil kehilangan untuk yang kedua
Ketika Bunda penuhi janji di Abwa’
Kembali ke pangkuan Khaliq-nya
Tak lama engkau menjadi curahan kasih Abdul Muththallib
Beliau pun sampai sudah pada sebuah noktah
Titik yang mengakhiri perjalanannya di dunia
Dipeluk pamanmu Abu Thalib
Segenap usianya memayungimu sebagai pembela
Kuukir satu per satu tanda kenabianmu
Mulai dari syair Abu Thalib sampai sang rahib Bahira
Hingga aku terbawa di kesunyian Gua Hira’
Tempat wahyu itu sampai untuk yang pertama
Mengubah dirimu jadi Rasul terakhir
Menjadikan takdir kaumku tak lagi dititah semena-mena
Aku berlari seiring deru nafasmu menjumpai Khadijah
Lebur dalam rengkuh wanita mulia itu
Dia tenangkan engkau dan diletakkannya segenap percaya
Mengukuhkan kenabianmu
Menjadi ummat yang pertama
Dari satu hati ke hati lainnya
Iman engkau tanam dalam dada
Hingga datang perintah kedua
Dakwah terbuka mencatat sejarahnya
Adalah mudah bagimu duhai kecintaan Allah
Untuk meminta bulan dan matahari pada-Nya
Tapi kesahajaanmu tak bergeming
Kau jalani risalah kenabianmu penuh liku
Menukar kemewahan dengan nasib ummah di hari kemudian
Salam Sejahtera bagimu yaa Rasul Allah
Salam Sejahtera untuk ahlil baitmu dan para sahabi
Semoga aku yang berbilang abad denganmu
Melalui sirahmu mampu menjadi ummah
Entah sendiri entah berjama’ah
Ku renungi tahunmu meninggalkan Mekkah
Semoga tahun ini aku mampu berhijrah
dari pemuja dunia menjadi pencinta akhirat
dari takut menderita sementara
menjadi takut siksaNya di sana
Salam sejahtera untukmu yaa Rasul Allah
Kusambut tahun hijrah semoga berkah.
(salam yaa Rasulallah, ummiss, 2006)
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1429 H… Semoga tahun ini dan tahun yang akan datang kita tetap dalam perlindungan Allah SWT













Anang
10 Jan 08
12:34 pm
pertamax! selamat! makan-makan! (TM)
*komen spesialis
Anang
10 Jan 08
12:36 pm
mari menundukkan kepala seraya menengadahkan tangan meminta ampunan kepada sang Khalik dan supaya ditunjukkan kepada jalan yang benar… selalu hidup di jalanNya.. jalan yang lurus bukan jalan yang sesat.. amin…. semoga di tahun baru ini kita diberi rahmat hidayah untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.. amin….
Anang
10 Jan 08
12:37 pm
komen spesialis penutup!
Hattrick!!
luvly tian
10 Jan 08
12:53 pm
ngisi komen dulu, baru baca isinya.. xixixi
luvly tian
10 Jan 08
12:54 pm
setelah baca, masih belum paham,…
baca lagi ah!…
luvly tian
10 Jan 08
12:55 pm
ow….,,,..
hattrick juga nih!!
rickisaputra
10 Jan 08
3:27 pm
selamat tahun baru islam..
semoga berkah dan rahmat Nya terus mengalir bagi kita semua di tahun ini..
amien..
deteksi
10 Jan 08
4:26 pm
walah.. komentar sak ndayak kok hanya 2 nama…
selamat tahun baru juga mas anas, semoga ke depan lebih sukses dan bahagia..
aamiin…
btw yg di atas ini terjemahan dari apa mas? sholawat?
dodot
11 Jan 08
2:38 pm
met taon baru hijriah 1429
semoga kita dapat merubah apa yang patut dirubah
any
11 Jan 08
5:51 pm
Selamat tahun baru Mas Anas. Semoga setiap hari, kita bisa terus berkembang menjadi orang yang lebih baik.
Mrs.Neo Fortynine
11 Jan 08
11:20 pm
puwisi tah opo iku Nas?
antarpulau
12 Jan 08
12:33 am
Waaahhh…. ada pecinta Rasul SAW….
*hormat - menjura…..*
*seraya membaca sholawat*
Met Taun Baru 1429 Hijriah yaa…
aRuL
12 Jan 08
1:21 am
Amin buat doannya