KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) menduga operator telepon seluler di Indonesia melakukan kartel sms atau memonopoli harga sms telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Menindak lanjuti, KPPU memanggil para pemilik operator telepon seluler untuk dimintai konfirmasi. Diantaranya, PT Excelcomindo Pratama (XL), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel), PT Indosat, PT Hutchinson, PT Smart Telecom, PT Mobile-8, dan PT Bakrie Telecom.
KPPU menduga operator telepon seluler melakukan penetapan tarif pesan singkat (sms) yang merugikan konsumen. Menurut BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), satu pesan atau SMS lintas operator biaya produksinya hanya Rp 76. Sedangkan tarif sekarang berkisar Rp 250-350, jauh di atas biaya produksinya. Kira-kira 4 kali lebih besar.
Berikut ini logikanya jika operator benar-benar melakukan kartel sms. Jika tarif sms Rp 76, (dengan asumsi pemakaian rata-rata per hari 10 sms) maka biaya untuk sms per hari Rp 760/hari, (dengan asumsi banyaknya pelanggan sms 1 juta) maka biaya untuk sms per hari Rp 760.000.000/hari. Dalam setahun (365 hari) berapa? Rp 277.400.000.000/tahun. Sebaliknya jika tarif sms (anggap) Rp 350, (dengan asumsi pemakaian rata-rata per hari 10 sms) maka biaya untuk sms per hari Rp 3500/hari, (dengan asumsi banyaknya pelanggan sms 1 juta) maka biaya untuk sms per hari Rp 3.500.000.000/hari. Dalam setahun (365 hari) berapa? Rp 1.277.500.000.000/tahun.
Dari simulasi di atas terdapat selisih sebesar Rp 1.000.100.000.000/tahun. Busyet, angka yang besar bukan? Jika operator seluler tersebut benar melakukan kartel berarti para konsumen dirugikan sebesar Rp 1.000.100.000.000/tahun.
Untuk itu, pemerintah dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan ketentuan tata cara penetapan tarif interkoneksi penyelenggaraan jasa telekomunikasi yang disalurkan melalui jaringan bergerak seluler. Mudah-mudahan saja melalui regulasi tersebut, para pelanggan tidak dirugikan.
Baca juga:
- http://www.majalahtrust.com
- http://haripitrajaya.wordpress.com
- www.tempointeraktif.com
- http://dunianiko.wordpress.com













ridu
08 Jan 08
8:45 am
wew…. Ridu ganti nomor tuh dari XL ke IM3 heheh.. semoga lebih murah lagi yah tarif telekomunikasi di Indonesia
gempur
08 Jan 08
4:53 pm
Bagus2.. banyak pencerahan dan edukasi konsumen.. sip.. saya mau pindah ke operator yang mana ya?! jadi bingung!
deteksi
08 Jan 08
7:30 pm
makanya pake IM-3 biar murah SMS nya.. ya ya ya…
tapi memang benar, tarif telekomunikasi [gak hanya SMS] di sini memang tergolong mahal dibanding dengan negara lain
solusinya: YM-an pake HP! wakakakaka… bener murah banget, jauh lebih murah dari SMS. chatting sampe mampus paling habis 300 rupiah.. tarifnya kan dihitung per-kb koneksi GPRS..
selamat mencoba!
aRuL
08 Jan 08
10:09 pm
pilih yang pro!
XL
antarpulau
09 Jan 08
3:06 am
——————
*Ntar dulu mas.. ngambil kalkulator dulu….*
tik… tik… tik… *mencet kalkulator….
………….
hasilnya…?
Wah iya… gede banget angkanya….
Busyet……
Edi Psw
09 Jan 08
8:04 pm
Kalo saya masih setia dengan CDMA
Biayanya murah meriah banget.
Cuman kadang2 troble yg bikin pusing.
Hair
10 Jan 08
2:23 am
Gede banget yach untungnya
pantesan Abu Rizal Bakrie jadi orang terkaya di Indonesia
nicoustic
11 Jan 08
10:15 pm
wekssss..sama topiknya!
Saya setuju sama Hair, pantes saja Bakrie Telecom pas tahun kedua operasi di Jabotabek, dan Bandung meraih keuntungan yang luar biasa besar!
STR
12 Jan 08
12:20 pm
Upah mereka besar di akhirat.
anasmcguire
13 Jan 08
6:54 am
@ STR: upah apaan? yang ada malah dosa yang besar di akhirat?
magma
25 Jan 08
10:26 pm
tapi sebenarnya semua operator seluler memasang tarif murah kok. seluler apapun yang anda pakai klo anda pinjem temen alias minta pasti gratis.hehehehe…. .
anasmcguire
26 Jan 08
7:00 am
@ magma: ya iya lah.. kita gak ngeluarin duit sepeserpun.. malahan yang bayar temen kita… tapi masak pinjam terus-terusan..
“temen makan temen”